Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Manfaatkan CSR Perusahaan untuk Turunkan Tengkes

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 5 Juli 2024 | 11:53 WIB
Ilustrasi tengkes.
Ilustrasi tengkes.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru terus berupaya menurunkan angka tengkes di Kota Pekanbaru. Salah satunya dengan cara memanfaatkan dana CSR perusahaan untuk memberikan bantuan kepada anak tengkes di Kota Pekanbaru, Kamis (4/7)

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, saat ini Disdalduk KB Pekanbaru terus berupaya menurunkan angka kasus tengkes di Kota Pekanbaru yang saat ini jumlahnya masih di atas ratusan.

Berbagi upaya yang dilakukan salah satunya dengan menggandeng perusahaan yang ada di Kota Pekanbaru melalui program Corporate Social Responsibility ( CSR ) yang merupakan suatu konsep di mana perusahaan bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan oleh kegiatan bisnisnya seperti masalah polusi, limbah, sampai masalah keamanan.

Selain itu, dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan untuk memberikan bantuan kepada anak penderita tengkes di Kota Pekanbaru.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan di Kota Pekanbaru yang ingin ikut ambil bagian dalam penanganan tengkes ini, semoga saja prosesnya bisa segera terlaksana dengan baik,”ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Amin, sejumlah progam penanggulangan tengkes lainnya seperti program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia masih terus dijalankan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting.

Di mana, tercatat persentase stunting di Kota Pekanbaru mencapai 8,7 persen, dengan kasus stunting sebanyak 221 balita.

“Semua program-program yang ada saat ini masih terus dijalankan baik bersama opd dan juga camat. Nantinya untuk bantuan yang diberikan kepada anak stunting di kota Pekanbaru akan disesuaikan dengan umur dan telah dihitung kadar gizinya oleh tim ahli gizi jadi semuanya dipastikan sesuai dengan umur dan kebutuhan anak stunting itu,”tegasnya.(ayi)

Editor : RP Arif Oktafian
#bkkbn pekanbaru #Disdalduk KB #corporate social responsibility (csr) #Tengkes #pemko pekabaru