PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Satreskrim Polresta Pekanbaru terus mengusut kasus pembacokan di Jalan Hang Tuah, depan Gereja HKBP Kota Pekanbaru.
Sejumlah saksi sudah diperiksa pada kasus melibatkan senjata tajam yang berujung saling lapor ini.
Hanya saja, salah seorang terduga pelaku menghilang. Yaitu suami FY yang diduga telah mengeroyok MF di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menyebutkan, pihaknya masih mencari keberadaan MF.
’’Saat kami akan periksa dengan memanggil suami FY, ia sudah tidak berada di tempat. Sekarang yang bersangkutan masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Masih kami buru,’’ kata Kompol Bery pada Senin (19/8).
Kasus ini bermula dari aksi pembacokan terjadi di Jalan Hang Tuah, depan Gereja HKBP yang dilakukan MF terhadap FY pada Sabtu (10/8) malam lalu. Saat itu Fitri mengalami luka pada bagian tangan, namun melawan dengan memukul tangan MF pakai kayu hingga parangnya terlepas.
FY kemudian berteriak minta tolong hingga sang suami datang bersama anaknya. Saat itu MF mencoba meraih parangnya, namun suami FY lebih cepat meraih parang tersebut. Hingga kondisi berbalik, MF yang menjadi bulan-bulanan.
Akibatnya MF sampai hari ini masih menjalani perawatan. Atas kejadian itu FY membuat laporan ke polisi. Namun belakangan, pihak keluarga MF juga membuat laporan dugaan pengeroyokan.
’’Iya, karena ini memang ada saling lapor, tetap kita proses kedua-duanya. Dua laporan ini kita proses beriringan,’’ kata Kompol Bery.
Sejauh ini, kata Kompol Bery, sudah lima saksi diperiksa. Tiga diantara merupakan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lima saksi tersebut untuk dua laporan pada perkara yang sama.(end)
Editor : Rindra Yasin