Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sampah Pasar Diolah Jadi Kompos, Pemko Pekanbaru Siapkan Tiga Lokasi Pengolahan

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 21 Agustus 2024 | 11:18 WIB
Petugas melakukan pengangkutan sampah di Pasar Cik Puan, untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Selasa (20/8/2024).
Petugas melakukan pengangkutan sampah di Pasar Cik Puan, untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Selasa (20/8/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sampah di pasar tradisional Kota Pekanbaru belum tertangani dengan baik. Jumlahnya terus meningkat, sehingga tidak tertampung di tempat penampungan sementara (TPS) yang ada.

Mengatasi masalah sampah di pasar tradisional tersebut, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan memproses sampah pasar menjadi kompos tanpa harus dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Muara Fajar.

Pantauan Riau Pos, Selasa (20/8) di Pasar Agus Salim, sampah berserakan di badan Jalan Agus Salim. Tumpukan sampah sampai memakan hampir semua ruas jalan dan menyisakan sedikit ruang untuk dilintasi kendaraan.

Tumpukan sampah juga terlihat di Pasar Cik Puan, Jalan Tuanku Tambusai. Di lokasi ini, sampah menumpuk di bagian belakang bangunan pasar yang terbengkalai dan juga di pinggir jalan di sekitar pasar tradisional.

Meskipun di dua lokasi ini, sampah kerap diangkut oleh pihak terkait, namun sampah kembali menumpuk setelah lokasi dibersihkan.

Menyikapi hal tersebut, DLHK Pekanbaru berencana melakukan strategi baru dalam pengelolaan sampah. Salah satunya diolah menjadi kompos.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Pekanbaru Reza Fahlevi, composting atau kompos merupakan pengkondisi tanah yang baik yang menambahkan nutrisi dan membantu mempertahankan kelembapan. Program penggunaan metode kompos ini sebagai upaya mengurangi sampah yang dibawa ke TTPA Muara Fajar.

Di mana dalam tahap awal proses pengolahan kompos ini hanya mengambil sampah dari tiga pasar, yakni Pasar Pagi Arengka, Pasar Cik Puan dan Pasar Rumbai.

’’Nantinya, sampah dari Pasar Pagi Arengka akan diolah di composting Garuda Sakti, sedangkan sampah yang ada di Pasar Cik Puan diolah di composting Hutan Kota, dan sampah di Pasar Rumbai untuk composting Umban Sari,” katanya.

Selain itu, pengolahan sampah untuk menjadi kompos ini menjadi bagian kerjasama dengan Rumah Zakat. Pihaknya juga sudah melakukan diskusi sebagai persiapan teknis implementasi perjanjian kerjasama ini.

Lanjutnya, kerja sama ini menindaklanjuti nota kesepahaman Pemko Pekanbaru dengan Rumah Zakat di bidang lingkungan hidup untuk pengelolaan sampah organik. Di mana pengelolaan sampah organisasi ini dengan metode biokonversi menggunakan manggot atau larva (berupa ulat) dari jenis lalat Black Soldier Fly yang biasa disebut lalat BSF.

’’Kami sangat berharap nantinya penandatangan kerjasama ini bisa mengurangi dampak sampah di TPA,” katanya.(ayi)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : Rindra Yasin
#pasar tradisional #kompos #pemko pekanbaru #Sampah