Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pandan Laut Masih Ditanam di Jalan KH Ahmad Dahlan

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 23 Agustus 2024 | 09:37 WIB

Pengendara melintas di lokasi bekas lubang SPALD-T di Jalan KH Ahmad Dahlan, yang ditanami pohon pandan laut, Kamis (22/8/2024).
Pengendara melintas di lokasi bekas lubang SPALD-T di Jalan KH Ahmad Dahlan, yang ditanami pohon pandan laut, Kamis (22/8/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hingga kemarin, Kamis (22/8), tanaman bunga masih tertanam di badan Jalan KH Ahmad Dahlan yang rusak. Tanaman ini sudah lama ditanam di lubang sebagai tanda agar pengendara menghindari jalan yang rusak.

Kondisi berbeda di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Binawidya. Tanda berupa pohon pisang dan ban bekas sempat ditempatkan warga sekitar di lokasi jalan yang rusak, Rabu (21/8). Dan Kamis (22/8), Riau Pos memantau kerusakan jalan sudah diperbaiki dengan sistem tambal sulam.

Pantauan Riau Pos, Kamis (22/8) di Jalan KH Ahmad Dahlan, terlihat pohon jenis pandan laut diletakkan ke dalam pot berwarna hitam. Pohon ini ditempatkan oleh masyarakat sejak Selasa (20/8) sore setelah para petugas dari proyek Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T) melakukan penimbunan dengan menggunakan pasir ke lubang yang ada di badan jalan.

pandan laut

Langkah ini terpaksa dilakukan masyarakat karena tidak ingin melihat pengendara motor yang terjatuh ke dalam badan jalan yang mengalami amblas, sehingga mengancam keselamatan pengendara dan masyarakat sekitar.

Belum lagi, saat hujan mengguyur Kota Pekanbaru, badan jalan alternatif itu kerap tergenang air setinggi 10 hingga 15 cm sehingga banyak pengendara motor dan mobil yang tidak mengetahui posisi lubang yang terjadi akibat tanah yang digunakan untuk proses pembangunan proyek SPALD-T mengalami amblas.

Seorang warga sekitar Antoni mengaku dirinya bersama warga lainnya lah yang meletakkan pohon di tengah badan jalan agar dapat menghindarkan pengendara motor dan mobil masuk ke dalam lubang yang diakibatkan oleh proyek SPALD-T yang mengalami kebocoran di dalam badan jalan sehingga membuat badan jalan menjadi amblas.

Langkah ini dilakukannya setelah melihat para petugas proyek SPALD-T tersebut hanya meletakan pasir disekitar badan jalan yang amblas, tanpa adanya rambu lalulintas yang dipasang di sekitar lokasi.

”Itu saya bersama warga lainnya yang pasang kemarin. Kami takut pengendara akan lebih banyak lagi yang jatuh karena gundukan pasir yang diletakkan dijalan yang amblas itu. Karena setiap hari memegang selalu ada pengendara yangjatuh karena lubang ini,” ucapnya.

Dijelaskannya lagi, sebenarnya bukan kali ini saja badan jalan itu mengalami kerusakan hingga amblas. Namun sebuah setahun terakhir ini, sehingga warga kerap meletakkan berbagai barang dibadan jalan sebagai pengingat kepada para pengguna jalan bahwa terdapat badan jalan yang rusak dan mereka harus lebih waspada.

”Jalan ini kan kecil, sudah pasti kalau ada sedikit saja lubang akan berdampak pada jalan lainnya. Kami juga sudah sering meminta kepada pekerja proyek Ipal ini untuk perbaikan nya, tapi katanya ada bagian didalam yang mengalami kebocoran makanya sering amblas jalannya,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah kota bisa lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek yang ada di Kota Pekanbaru ini.

Agar saat setelah badan jalan selesai dibangun, kerusakan tidak perlu terjadi lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pengendara motor Randy yang mengaku kerap hampir terjatuh saat melintas badan jalan yang mengalami penurunan tersebut.

Apalagi sebelum adanya pohon yang ditanami oleh masyarakat, dirinya tidak mengetahui adanya kerusakan di badan jalan alternatif tersebut, sehingga bagian bawah motor nya kerap mengalami hentakan yang cukup parah karena nyangkut kedalam badan jalan yang amblas.

Ia pun sangat bersyukur kepedulian masyarakat setempat terhadap pengendara motor dan mobil yang kerap melintasi jalan tersebut, karena jika masyarakat tidak memiliki peduli maka akan banyak pengendara yang meregang nyawa karena kelalaiannya para pekerja proyek.

”Bersyukur karena masyarakat peduli dengan kami pengendara ini. Kalau tidak ada rambu-rambu, yang mereka buat mungkin akan banyak yang jatuh karena memang tidak tampak oleh kami lubangnya,” katanya.(ayi)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : Rindra Yasin
#rusak #lubang air #Jalan KH Ahmad Dahlan #Pandan Laut