PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Seorang wanita berinisial WJ mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dekan di salah satu universitas swasta di Pekanbaru. Kasus ini viral setelah WJ mengungkapkan peristiwa tersebut melalui surat laporannya yang ditujukan kepada Ketua Yayasan tertanggal 26 Agustus 2024.
Baca Juga: 19 Wakil Indonesia Melaju ke Perempatfinal WONDR by BNI Indonesia Masters 2024 Super 100
Melalui surat laporannya itu, WJ menyampaikan bahwa ia diperlakukan tidak senonoh oleh oknum dekan berinisial SAL. Disebutkannya, kejadian tersebut berawal pada September 2021 lalu di saat masa pandemi Covid-19.
"Saya waktu itu memiliki keperluan dengan SAL untuk meminta rekomendasi melanjutkan pendidikan S2," tulis WJ dalam surat laporannya tersebut.
Saat akan meminta rekomendasi tersebut, SAL justru mengajaknya bertemu di kamar hotel.
Karena tidak mau menyanggupi ajakan tersebut, kemudian beberapa hari kemudian WJ kembali menghubungi oknum dekan tersebut untuk kembali meminta tanda tangan rekomendasi dan momen itu kembali dimanfaatkan SAL untuk mengajak WJ melakukan perbuatan tidak senonoh namun tetap tidak ditanggapi.
Hingga akhirnya, WJ terpaksa untuk menemui SAL diruang kerjanya. Didalam ruang kerja tersebut, diceritakan WJ awalnya biasa saja.
Kemudian juga datang tiga orang mahasiswa yang hendak bertemu SAL berniat meminta foto dokumentasi.
Setelah tiga mahasiswa tersebut keluar, SAL kemudian kembali membuka obrolan mengarah kepada perilaku tidak senonoh.
"Karena gelisah, saya kemudian berdiri dan hendak keluar ruangan. Namun oknum dekan itu ikut berdiri dan menarik tubuhnya ke arah dinding samping pintu. Oknum dekan itu kemudian memeluk dan mencium bibirnya serta diraba di bagian dada. Oknum dekan itu juga meminta untuk dipegang bagian alat kelaminnya," sebutnya.
WJ saat itu mengaku sempat menolak, namun karena dibawah kendali dan tidak ada pilihan selain menuruti kemauan oknum dekan tersebut.
"Setelah semua saya lakukan, oknum dekan itu dengan gestur senang sambil membuka pintu saat saya keluar masih sempat memukul bokong saya," ujarnya.
Sementara itu, SAL saat dikinfirmasi mengatajan bahwa WJ adalah mantan mahasiswi nya pada jenjang S1. Dan tujuan WJ datang kepadanya yakni untuk meminta rekomendasi melanjutkan kuliah S2 di universitas lain.
"Setelah tamat S2, dia datang ke saya lagi untuk menjadi dosen pada tanggal 22 Februari. Diruangan itu, juga ada tiga mahasiswa lainnya," katanya.
Terkait tuduhan bahwa ia memeluk, bahkan memegang bagian dada WJ. SAL membantah melakukannya. Ia menyebut saat WJ hendak keluar dan berdiri, ia hanya memegang kepala dan pundak WJ.
"Saya tidak tahu siapa yang membuat kisah itu. Bahkan sampai katanya (maaf) minta di... itu kemaluan saya, sementara mahasiswa yang lain masih ada," ujarnya.
Disebutkan SAL, chat ya kepada WJ untuk mengajak ke hotel merupakan bentuk pengecekan integritas kepada WJ. Karena disebutkan SAL, selama menempuh kuliah S1 WJ dicap sebagai mahasiswi yang 'liar'.
"Chat saya mengajak ke hotel itu hanya untuk mengecek apakah dia masih memiliki integritas atau tidak. Saya tidak pernah benar-benar bersama dia di hotel dan melakukan perbuatan tidak senonoh," sebutnya.
Editor : RP Rinaldi