Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Dr H Abdul Jamal MPd turut memantau pelaksanaan penyaluran makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah tersebut. Menjelang siang itu, para anak didik sudah menikmati makanan dan minumannya. Menu makanan yang disajikan ada nasi dengan lauk ayam goreng dan sayuran, buah dan susunya.
"Sebelum dilaksanakan secara nasional, kami juga melaksanakan simulasi terlebih dulu. Yang menggandeng CSR, kita sudah mulai memesan secara online makanannya," ujar Abdul Jamal.
"Dimulai sejak pukul 11.00 WIB-12.00 WIB, kita bagikan, simulasi tahap awal memang tidak ditanggung APBD, jadi kita menyiapkan dua sekolah," sambungnya.
Menurutnya, simulasi tahap awal ini berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Simulasi untuk melihat pelaksanaan program dan persiapan nilai gizinya. "Kita ujicoba dulu selama sepekan, target kami dilaksanakan selama 21 hari untuk delapan sekolah," tambahnya.
Simulasi juga mendapatkan dukungan OPD pemko terkait lainnya. Seperti Diskes dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru. "Kita bekerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan untuk mengkaji kandungan gizinya. Jadi pemberian makan ini harus empat sehat lima sempurna," terangnya.
"Kita bekerja sama juga dengan UMKM dan yang mengirim makanan ke sekolah. Juga melibatkan DLHK untuk penanganan kebersihan sampahnya," tambahnya.
Pelaksanaan simulasi makan bergizi gratis pun mendapatkan sambutan para orang tua anak didik. Mereka terbantu karena tidak repot lagi menyiapkan makan untuk anaknya. Hal ini seperti disampaikan Veni Astuti salah satu orang tua murid.
"Terima kasih buat pemerintah dengan adanya program makan bergizi gratis ini. Kami orang tua tidak repot lagi menyiapkan makanan untuk anak di sekolah," ungkapnya.
Editor : RP Rinaldi