Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Riau Pegang Peran Penting Jalur Rempah Dunia Pj Gubri Buka Festival Budaya Melayu

Hendrawan Kariman • Jumat, 6 September 2024 | 09:21 WIB
Pj Gubri Rahman Hadi didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen melihat pameran  Jalur Rempah  di Festival Budaya Melayu di  Dinas Kebudayaan Riau, Kamis (5/9/2024).
Pj Gubri Rahman Hadi didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen melihat pameran Jalur Rempah di Festival Budaya Melayu di Dinas Kebudayaan Riau, Kamis (5/9/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pj Gubernur Riau Rahman Hadi secara resmi membuka Festival Budaya Melayu 2024 di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Kamis (5/9). Mengusung tema “Rempah dalam Khazanah Alam Melayu Riau: Meramu Hulu Menghimpun Muara”, festival ini mendedahkan peran penting Riau dalam lintas perdagangan internasional Jalur Rempah.

Karena itu pula, Rahman Hadi mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek RI dan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang telah mengelar Festival Budaya Melayu ini.

“Festival Budaya Melayu ini hal sangat penting. Ini juga sebagai sarana agar generasi muda mengenal adat istiadat dan juga sebagai kekuatan untuk mengokokohkan budaya bangsa,” ungkap Rahman Hadi. 

Rahman Hadi menuturkan, Jalur Rempah, mengingatkan semua bahwa masyarakat Riau dulunya menggunakan jalur sungai sebagai warisan jalur rempah terutama perdagangan rempah. Rempah-rempah ini kemudian mengalir ke Selat Melaka kemudian ke seluruh dunia.

“Festival ini juga kita harapkan menjadi  ruang bagi masyarakat umum untuk menyatukan potensi dan budaya untuk membawa kejayaan budaya Melayu kedepannya,” ujar Rahman Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen menyebutkan, tema jalur rempah ini sesuai dengan upaya pemerintah agar Jalur Rempah diakui UNESCO.

“Tidak mudah memang kita mendapatkan agar kegiatan ini digelar di Riau. Dari beberapa daerah yang mengajukan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan memilih kita,” kata Yose.

Sebelum pembukaan, Festival ini lebih dulu diisi dengan seminar Jalur Rempah dan Tradisi Lisan dengan tema “Ekologi dan Kelisanan di Riau”. Dilaksanakan di Balairung Tenas Effendy LAM Riau, kegiatan dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi dan guru.

Seminar ini diisi oleh Ketua ALT Pusat Pudentia, Akademisi Dr Elmustian Rahman, Sekum LAMR Alang Rizal dan Budayawan Junaidi Syam. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen turut jadi pembicara. Turut hadir pada pembukaan kemarin, Pamong Budaya Kemendikbudristek RI Winda dan Nusi Lisa Bilia Es Tudiantin.

Selama festival ini juga digelar sejumlah pertunjukan seni dan pameran. Di antaranya pameran fotografi cerita rempah dan kekayaan alam Riau, pameran warisan budaya takbenda Indonesia layang Kuau Raja Tebuk Isi dan Pameran Warisan Budaya di Jalur Rempah.(end/c)

Editor : Rindra Yasin
#Perdagangan Internasional #pj gubernur riau #Festival