PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gedung Lipat Kajang di Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya terbakar hebat, Jumat (20/9) siang. Api disebutkan berasal dari atap gedung. Belum diketahui penyebab terbakarnya gedung yang ditempati tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru itu.
Gedung yang terbakar adalah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) di lantai 1 dan 2, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) di lantai 3 serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lantai 4 dan 5. Tapi, Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Risnandar Mahiwa memastikan pelayanan di tiga kantor ini tetap berjalan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah ketika dikonfirmasi Riau Pos mengatakan bagian atap gedung sedang ada tukang yang bekerja. “Penyebabnya apa belum tahu. Intinya dari atap paling atas sekali. Tukang di atas memang lagi ada kerja. Atap yang terbakar duluan,” jelas dia, Jumat (20/9).
Dirincikannya, dari lima lantai gedung tersebut, lantai 5 dan 4 tempat Dinas PUPR Kota Pekanbaru berkantor seluruhnya habis terbakar. Kemudian, lantai 3 yang menjadi Kantor Dinas Perkim Kota Pekanbaru terbakar sebagian dan sebagiannya lagi basah dalam upaya pemadaman yang dilakukan. Lantai ini juga seluruhnya tak lagi bisa digunakan. Sementara, lantai 2 dan 1 tempat Kantor Dishub Pekanbaru berada dalam kondisi basah.
“PUPR lantai 5 dan 4 habis semua. Lantai 3 (Dinas Perkim, red) sebagian terbakar, sebagian basah. Artinya satu lantai ini rusak. Lantai 2 dan 1 basah karena memang pemadam yang kerja kan,” urai dia.
Terhadap antisipasi kebakaran, Edu, begitu Kadis PUPR Pekanbaru ini karib disapa mengatakan ada. “Memang akan kita cek lagi bagaimana saat kebakaran itu,” katanya.
Dengan terbakarnya Gedung Lipat Kain Kajang di Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya itu, otomatis operasional kantor tiga OPD, yakni Dinas PUPR, Dinas Perkim dan Dinas Perhubungan tak bisa lagi dilakukan di sana. Ke mana tiga kantor itu akan pindah, pembahasan akan dilakukan Sabtu (21/9) hari ini. “Besok (hari ini, red) baru rapat pukul 10.00 WIB menentukan ke mana pindahnya,’’ singkat Edu.
Saat kejadian kemarin, asap hitam pekat membubung naik melalui celah lubang dan jendela gedung. Semakin lama asap bertambah pekat dan mengepul di semua sisi bangunan. “Sekitar pukul 11-an terbakar, tiba-tiba ada suara berisik seperti angin dan kemudian asap hitam membubung ke atap dan menyebar,” ungkap Endra, salah seorang ASN yang bertugas di Kompleks Wali Kota Pekanbaru tersebut.
Menjelang siang, sebagian pegawai masih ada yang bekerja di gedung masing-masing. Mendengar ada yang teriak terbakar, sontak membuat mereka panik dan berhamburan keluar gedung yang terbakar tersebut. “Ada yang teriak kantor terbakar. Jadi kami turun semua ke bawah dan melihat bagian plafon sudah ada asap hitam yang membubung ke atas,” tambah Yuni, pegawai yang lainnya.
Sampai sekitar pukul 16.00 WIB, Gedung Lipat Kain Kajang ini masih mengepulkan asap hitam. Terutama di lantai paling atas. Dinding kaca bangunan di lantai tersebut pecah dan sebagian menghitam. Plafon tidak tersisa. Yang tersisa hanya kerangkanya. Di bagian sisi belakang satu unit mobil operasional sudah hangus terbakar.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa mengetahui kabar tersebut langsung meninjau lokasi. Dirinya sempat bertanya soal peristiwa tersebut. “Dari jam berapa ya (terbakarnya),” tanyanya kepada beberapa orang ASN yang ada di lokasi.
Risnanda pun akan melakukan rapat bersama OPD terkait untuk membahas peristiwa kebakaran tersebut. Termasuk juga tentang hidran di gedung apakah berfungsi atau tidak.
“Akan rapat dulu. Berapa kerugian akibat musibah ini dan hal-hal lainnya seperti hidran dan membahas ke depan pegawai akan berkantor di mana sementara nanti,” ujar Risnandar.
Orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini mengatakan informasi awal ada titik api dan masih diselidiki. Dia memastikan bahwa pelayanan pada tiga OPD tersebut tetap berjalan. “Secara teknis saya sudah minta Sekda untuk membuatkan laporan terkait dengan materil apa saja. Kemudian kalau korban jiwa sampai saat ini laporannya tidak ada. Yang terbakar paling parah di PUPR dan sebagian Perkim,” terangnya.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution juga hadir meninjau gedung yang terbakar tersebut. Titik api diduga berasal dari lantai lima. Material yang dilahap api sebagian besar jatuh di lantai bawahnya. Alhasil lantai empat tersebut juga terbakar.
Hingga pukul 16.00 WIB asap hitam masih terlihat membubung di sela-sela bangunan yang terbakar. Tahapan pendidinginan, api sudah berhasil dijinakkan petugas pemadam yang sudah datang sebelumnya. Lantai lima dan lantai empat yang terbakar cukup parah tersebut, merupakan kantor Dinas PUPR.
“Dokumen (gedung PUPR) di dalamnya berkaitan tentang RT/RW dan lainnya. Lantai tiga Perkim, mudah-mudahan masih bisa diselamatkan (dokumen, red),” ujar Indra sambil menyebutkan bahwa pada hari yang sama tersebut juga sedang ada aktivitas pemeliharaan AC dan kegiatan pengecatan gedung.
Sedangkan lantai dua dan lantai satu, Kantor Dinas Perhubungan. Pantauan Riau Pos, Kantor Dishub tidak terbakar. Kapolsek Tenayan Raya Kompol Oka M Syahrial memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran ini. ‘’Berdasarkan keterangan saksi, api diperkirakan berasal dari lantai 5 gedung B9 bagian belakang,’’ ujar Kompol Oka.
Namun Kapolsek belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kebakaran. Saat ini kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. ‘’Api pertama kali terlihat oleh saksi pada bagian plafon di lantai 5. Diperkirakan akibat arus pendek, namun belum bisa kita simpulkan,’’ tutur Kapolsek.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Sekretaris Sunarko membenarkan peristiwa tersebut. Api diketahui muncul dari atas bangunan sekitar pukul 11.40 WIB. Ia menyebut, belum diketahui sumber pasti penyebab kebakaran. Namun, para penghuni kantor masih berupaya mengevakuasi diri dan barang-barang berharga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau Damkar Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, dalam upaya pemadaman DPKP Kota Pekanbaru menerjunkan tim yang berasal dari tiga pos. “Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran,” ujarnya.
Kasi Ops DPKP Kota Pekanbaru, Fahriansyah menambahkan, bahwa ada 9 mobil pemadam yang dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran ini. “Ada sembilan armada pemadaman dan dua unit armada rescue,” jelasnya.
Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali. Beberapa waktu lalu salah satu gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) milik Pemko Pekanbaru di eks Kantor Wali Kota Pekanbaru Jalan Jendral Sudirman, 5 Maret 2023 lalu.
Jika diulas, berdasarkan data yang dimiliki Riau Pos, Perkantoran Tenayan Raya mulai ditempati sekitar tahun 2020 lalu. Ini dengan gedung pertama yang digunakan adalah gedung B1 sebagai gedung utama. Di sini awalnya berkantor Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan Daerah, dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian.
Kemudian, pada tahun 2021, dua bangunan lagi yakni bangunan B9 dan B3 ikut ditempati enam OPD. Di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat Daerah, Dinas Pertanahan, serta Badan Penelitian dan Pengembangan.
Selanjutnya pada Januari 2022, sebanyak 11 OPD turut pindah ke Kompleks Perkantoran Tenayan. 11 OPD itu antara lain, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Lalu Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat.
Pemko Pekanbaru sudah menetapkan nama untuk lima gedung yang ada di Komplek Perkantoran Tenayan Raya. Untuk gedung B 2 dinamakan Belah Bubung. Lalu B 3 Lontiok, B 5 Limas, B 6 Limas Kujang, dan B 9 Lipat Kain Kajang. Penamaan dilakukan berdasarkan bentuk atapnya.
Pembangunan Kompleks Perkantoran Tenayan Raya dimulai sekitar tahun 2015 dengan sistem multiyears. Untuk pembangunan di kompleks perkantoran ini, ada enam gedung yang terbagi ke dalam tiga paket pekerjaan dan satu paket untuk pembangunan jalan. Plafon anggarannya kala itu ditetapkan sekitar Rp600 miliar.(ali/ilo/end/dof/das)
Editor : Rindra Yasin