PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) akan menggelar acara Peringatan 100 Tahun AA Navis. Acara tersebut akan dipusatkan di Perpustakaan Soeman Hs, Senin (30/9). Ada tiga acara yang diselenggarakan dalam kegiatan ini, yakni pertunjukan mendongeng untuk anak, lomba karya poster tentang AA Navis bagi siswa SD, SMP, dan SMA sederajat, dan diskusi gelar wicara bertajuk “Menjadi Manusia Merdeka di Mata AA Navis”.
Dalam rapat persiapan yang melibatkan pendongeng, dewan juri lomba poster, dan pembicara diskusi di kantor BBPR, Jumat (20/9), Kepala BBPR, Toha Machsum MAg, menjelaskan, Peringatan 100 Tahun AA Navis dilakukan di 30 Balai/Kantor Bahasa se-Indonesia dalam rentang waktu Maret-November 2024, tingkat nasional di Jakarta (17-19 November), dan tingkat internasional yang diselenggarakan UNESCO di Paris, Prancis, pada 11-15 November.
Sebelumnya, kata Toha, badan PBB, UNESCO, telah menetapkan Peringatan 100 Tahun AA Navis saat penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris, pada 22 November 2023. Peringatan itu akan dilakukan sepanjang 2024, bersamaan dengan 100 AA Navis yang lahir di Padangpanjang, Sumatra Barat (Sumbar), pada 17 November 1924. UNESCO menganggap lelaki bernama panjang Ali Akbar Navis tersebut sebagai salah satu tokoh terkemuka yang membantu membentuk peradaban dunia bersama melalui kontribusinya pada pengayaan budaya untuk pemahaman universal dan perdamaian. Navis sendiri adalah seorang sastrawan (cerpenis dan novelis) dan intelektual terkemuka Sumbar dengan ciri khas kritik satir pada karya-karyanya.
“Kita harus bangga dengan keputusan yang dibuat UNESCO tersebut. Tidak banyak sastrawan dunia yang mendapatkan penghargaan seperti ini, di mana 100 tahun sejak dia lahir diperingati bukan hanya di Indonesia, tetapi dunia,” kata Toha.
Hadir dalam rapat tersebut tiga juri lomba poster, yakni Furqon LW, Aidil Adri, dan Yulita Fitriana. Kemudian dua pembicara diskusi, yakni Marhalim Zaini dan Luzi Diamanda, pendongeng Evelyn Tanugraha, dan salah seorang perwakilan panitia, Yeni Maulina. Mereka membicarakan tentang teknis tiga kegiatan tersebut.
Menurut Yeni Maulina, kegiatan ini akan melibatkan 180 orang yang diundang secara resmi. Mereka adalah para sastrawan, komunitas sastra, komunitas literasi, guru dan siswa tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA, serta mahasiswa. Kata Yeni, acara ini terselenggara berkat kerja sama antara BBPR dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Dinas Pendidikan kota/provinsi, sekolah-sekolah, dan kampus.
Beberapa komunitas sastra dan literasi yang diundang dalam kegiatan ini antara lain komunitas Paragraf, TBM Iqra, Mentari Sago, Teratak Literasi, Pekanbaru Book Party, Raudhatul Ilmi, Sehati, PD FTBM PEKANBARU, PW FTBM Provinsi Riau, Kotak Baca, Azzamy Library, dan sastrawan penerima bantuan pemerintah bidang bahasa dan sastra.(hbk)
Editor : Rindra Yasin