Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ada Masalah saat Pemadaman, Evaluasi Penanganan Kebakaran Gedung Tenayan

Hendrawan Kariman • Senin, 23 September 2024 | 13:48 WIB
Kebakaran Gedung Lipat Kajang yang menempatu OPD PU, Dinas Perkim dan Dishub di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (20/9/2024)
Kebakaran Gedung Lipat Kajang yang menempatu OPD PU, Dinas Perkim dan Dishub di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (20/9/2024)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Risnandar Mahiwa SSTP MSi berjanji mengevaluasi penanganan musibah kebakaran di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya. Hal ini jadi catatan setelah petugas di lapangan juga kesulitan melakukan pemadaman api yang membakar Gedung Lipat Kain Kajang atau bagian atas gedung B9, Jumat (20/9) lalu. 

Lantai gedung itu juga terbakar karena api menjalar ke lantai lainnya. Kondisi ini karena petugas sempat kehabisan air saat melakukan pemadaman.

Mereka mengambil air di sumber terdekat yakni bundaran kompleks perkantoran itu. Petugas juga melakukan proses loading air dari danau di belakang gedung B9 yang terbakar.

Mobil damkar terpaksa mengambil air dari dua sumber itu lantaran hydrant depan kantor tidak berfungsi. Mereka tidak bisa memakai hydrant yang ada di bagian depan kantor sehingga harus mengambil air dari sumber lain.

Dirinya tidak menampik bahwa proses pemadaman kebakaran terkendala oleh sumber air. Ia menilai hal itu jadi catatan dalam penanganan kebakaran di kompleks perkantoran.

Kebakaran gedung perkantoran ini adalah yang kedua terjadi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru. Kejadian sebelumnya menimpa Kantor BPKAD Kota Pekanbaru pada Agustus 2024.

”Terkait dengan air hydrant dan lain sebagainya, saya minta kita bahas ini,” ujarnya, Ahad (22/9).

Dirinya bakal mempertanyakan kondisi alat penunjang penanganan bencana kebakaran yang tidak berfungsi. Ia menyayangkan tim kesulitan mencari sumber air sehingga dampak kebakaran jadi lebih besar.

”Memang ada sedikit permasalahan soal sumber air pemadaman, tapi alhamdulillah ada sumber air belakang kantor ini,” paparnya.

Pj Wako memaklumi saat pemadaman sempat terjadi kepanikan. Namun ia memastikan proses pemadaman akhirnya berhasil dilakukan.

Pj Wako kemudian melakukan rapat koordinasi tindak lanjut pascakebakaran gedung Perkantoran Tenayan Raya di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (21/9). Ia memastikan pelayanan di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang terdampak kebakaran kemarin tetap berjalan lancar.

Ketiga OPD tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Perhubungan (Dishub).

”Meskipun terjadi musibah kebakaran, kami pastikan ketiga OPD tersebut akan tetap berkantor di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya mulai hari Senin. Gedung yang akan ditempati sudah diatur,” katanya.

Beberapa bagian gedung yang ada akan digunakan sementara. Pada prinsipnya, aktivitas tiga OPD ini tidak ada masalah.

Risnandar juga menambahkan bahwa proses penyelidikan penyebab kebakaran sepenuhnya berada dalam kewenangan pihak kepolisian. Pemko menunggu hasil penyelidikan dari tim Inafis di Polresta Pekanbaru. 

”Kami berharap penyebab kebakaran dapat segera diketahui. Agar, langkah-langkah pencegahan dapat diambil di masa mendatang,” pungkasnya.

Dengan demikian, masyarakat Pekanbaru diharapkan tidak perlu khawatir mengenai pelayanan publik. Pemko Pekanbaru tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik meski di tengah tantangan.

Tunggu Hasil Labfor

Sementara itu, kebakaran Gedung Lipat Kajang, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Tenayan Raya yang terjadi pada Jumat (20/9) masuk penyelidikan polisi. Satreskrim Polresta Pekanbaru masih mendalami penyebab kobaran api tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menyebutkan, pihaknya juga masih mendalami penyebab kebakaran gedung yang menjadi kantor Dinas Perkim, PUPR dan Dishub Kota Pekanbaru tersebut.

Informasi awal berdasarkan keterangan saksi-saksi, ada indikasi bahwa kebakaran hebat itu bersumber dari arus pendek dari plafon lantai 5 gedung. Namun Kompol Bery belum memastikan hal tersebut.

”Informasi dari saksi, api berasal dari lantai 5 gedung. Namun untuk penyebab pastinya kita belum bisa simpulkan. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan labfor,” sebut Kompol Bery, Sabtu (21/9).

Sementara itu, menurut keterangan Boni Jumaiki, pegawai honorer di gedung tersebut, dirinya pertama kali mengetahui ada api dari buruh bangunan yang sedang bekerja di lantai 5 gedung. Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 11.00 WIB.

Sejumlah pegawai sempat berupaya melakukan pemadaman dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis racun api. Namun api tetap membesar. Api baru padam setelah Dinas Damkar menurun 10 unit armada damkar ke lokasi kebakaran.(yls) 

Editor : Rindra Yasin
#kompleks perkantoran #pj wako pekanbaru #evaluasi penanggulangan bencana #damkar pekanbaru #pemko pekanbaru #kebakaran #kantor pu pekanbaru terbakar