PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Toha Machsum MAg melakukan kunjungan ke Riau Pos, Rabu (2/10). Kunjungan ini, disamping silaturahmi juga memperkuat sinergisitas kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Riau-Riau Pos yang sejak lama terjalin.
Kedatangan Toha didampingi Pembinaan dan Bahasa Hukum Afriyendy Gusti MHum, Penelaah Teknis Kebijakan Marlina SPd, Widyabasa Ahli Pertama Adeliany Azfar SS dan Pejabat Pembuat Komitmen Zihamussholihin SAg MPd.
Kedatangan rombongan disambut Direktur Utama Riau Pos Ahmad Dardiri, Direktur Riau Pos Firman Agus. Sesaat kemudian dilakukan penandatanganan kerja sama oleh Zihamussholihin dan Ahmad Dardiri. Pertemuan itu diawali dengan perbincangan ringan dan hangat dari berbagai hal dan persoalan di negeri ini.
Toha Machsum menyebutkan, kerja sama bersama Riau Pos selama ini berdampak positif. Sehingga dirinya merasa kerja sama yang sudah sejak lama terjalin ini perlu dipertahankan kembali.
“Melanjutkan kerja sama yang sudah lama terjalin dengan Riau Pos. Hasilnya juga positif ke masyarakat. Juga sekaligus media untuk mengawasi pergerakan kegiatan kami. Makanya ini kita pertahankan,” ungkapnya.
“Kalau nanti, misalnya ada perubahan-perubahan dalam pemuatan, itu akan ditindaklanjuti dan dibicarakan lebih dalam. Jadi kita ada di kolom (Riau Pos) yang terbit hari Ahad,” sambungnya.
Ada berbagai hal yang sudah ditampilkan di media. Menurutnya salah satu yang penting diketahui masyarakat luas seperti politik bahasa.
“Yang kita tampilkan tentang kegiatan yang kita lakukan, juga berkaitan dengan promosi politik bahasa. Kemudian kita juga menampung dan memuat juga tulisan-tulisan terkait dengan kebahasaan dan kesastraan.
Untuk masyarakat tidak hanya dari kawan-kawan Balai Bahasa, tetapi juga menampung dari perguruan tinggi dan komunitas literasi maupun komunitas sastra,” tambahnya.
Pada momen pertemuan yang spesial ini, Ahmad Dardiri turut memberikan sambutan positif atas kerja sama yang sudah lama terjalin. Menurutnya, Riau Pos sebagai media yang ada di tanah air ini punya kewajiban untuk turut mengenalkan dan menyosialisasikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Ini amal ibadah kita yang bisa dijalankan menurut saya dan kami punya kewajiban moral. Intinya tetap menyosialisasikan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Sebagai bahasa persatuan,” ujarnya.
“Jika teman-teman ada yang ingin menulis, silakan saja. Saya salut dengan Balai Bahasa yang masih mau bekerja sama dengan media, inikan untuk mengingatkan pentingnya hal ini,” tuturnya.(ilo)
Editor : Rindra Yasin