PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Nasib malang menimpa Arya Pratama (23), pemuda asal Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Niat hati ingin memperjelas hubungan tali kasih antara dia dengan sang pacar, Maulida Putri, malah berujung maut bagi dirinya.
Peristiwa tragis itu bermula ketika Arya menangkap basah Maulida berjalan berduaan dengan pria lain berinisial F (27) di dekat SPBU di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru pada Rabu (16/10/2024) malam.
Terbakar rasa cemburu, Arya menghubungi beberapa temannya guna membuntuti sang pacar.
Setelah teman-temannya tiba, mereka menguntit dari belakang sambil mengendarai sepeda motor.
Tahu dibuntuti, F yang sedang berboncengan dengan Maulida pun berhenti, tepatnya di depan Eko Flower masih di Jalan Arifin Achmad. Saat itu Arya memanggil Maulida bermaksud meminta penjelasan.
Pada momen ini, percekcokan sempat terjadi antara Arya dan pacarnya. Pacarnya itu sempat mengatakan bahwa F adalah abang kandungnya.
Pada momen F telah menelepon teman-temanya untuk datang ke lokasi, diantara R dan MIL (22).
Seperti dijelaskan Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil, saat tiba MIL langsung melakukan pemukulan terhadap Arya yang sedang berdiri tidak jauh dari drainase.
Pukulan itu mengenai rahang Arya yang membuat linglung.
Melihat kawannya dipukul, teman-teman Arya sempat berusaha mendekat untuk menyelamatkan Arya yang terlihat akan terjatuh.
Namun mereka dicegah dan ikut dipukuli oleh F dan kawan-kawan hingga Arya akhirnya terjatuh ke drainase.
''Korban jatuh, kepalanya terbentur ke dinding drainase,'' sebut Kapolsek.
Menurut seorang temannya, Arya tidak melihat ketika MIL memukulinya. Karena MIL dan R datang belakangan. Usai terjatuh, Arya terlihat tidak bergerak lagi di dasar drainase.
Melihat kejadian itu, temannya yang lain berteriak minta tolong kepada warga hingga kondisi baku hantam akhir bisa dilerai dan Arya diangkat dalam kondisi tidak sadarkan diri. Nyawanya tidak terselamatkan.
Kompol Syafnil menyebutkan, percekcokan ini dipicu oleh api asmara di mana telah terjadi cinta segitiga.
Maulida dari awal menutupi F dengan kamuflase abang kandungnya padahal hanyalah kebohongan.
Maulida seakan memainkan peran cinta segitiga dimana dia tidak mau Arya mengetahui hubungannya dengan F. Padahal dia masih berstatus pacaran bersama Arya.
''Jadi, tersangka FN ini adalah pacar baru saksi MP (Maulida Putri, red). Dia beralasan F ini abang kandungnya, padahal tidak,” ungkap Syafnil.
Kapolsek menyebutkan F kini sudah berstatus tersangka. Begitu juga MIL yang berhasil diamankan saat sedang berada di sebuah bengkel di Jalan Garuda Sakti Ujung. Namun pihaknya masih memburu satu orang pelaku lainnya.
''Masih ada satu lainnya berinisial R, saat ini DPO dan dalam proses pengejaran,'' kata Kompol Syafnil.
Laporan Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal