BUKIT RAYA (RIAUPOS.CO) - Polsek Bukit Raya dan Polresta Pekanbaru menetapkan tiga tersangka pada kasus penganiayaan berujung maut yang dibumbui cinta segitiga yang melibatkan korban bernama Arya Pratama dengan sang kekasih Maulida dan F.
Mereka yang disangkakan atas dugaan penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain adalah F, yang merupakan orang ketiga dalam hubungan ini. F tak sendirian. Dua rekannya yang diduga ikut melakukan pengeroyokan berinisial MIL dan R juga menjadi tersangka.
Seperti dijekaskan Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil, dengan tiga tersangka, bakal ada dua berkas dalam penanganan kasus ini. ”Perkaranya dua berkas, tersangkanya tiga, MIL, F dan R. Untuk R masih DPO (Daftar Pencarian Orang, red),” jelas Kompol Syafnil, Jumat (18/10).
Kompol Syafnil merinci, berkas pertama untuk tersangka MIL. Dia disangkakan telah menganiaya dengan memukul Arya Pratama hingga terjatuh ke parit di Jalan Arifin Achmad pada Rabu (16/10) malam. Arya dinyatakan meninggal dunia setelah jatuh karena kepalanya terbentur dinding beton parit.
Kemudian berkas kedua untuk tersangka F dan R. Mereka disangkakan telah menganiaya teman Arya bernama Jeremi, yang pada saat kejadian berupaya menyelamatkan Arya yang terjatuh dalam parit.
Untuk F dan MIL saat ini sudah ditahan di Mapolsek Bukit Raya. Sementara R, yang melarikan diri, masih dalam pengejaran. Belakangan diketahui, MIL dan R merupakan kakak adik.
”MIL dan R merupakan kakak adik. Pihak keluarga berjanji akan menyerahkan R, namun hingga hari ini (kemarin, red) belum,” kata Syafnil.
Kompol Syafnil menjelaskan, antara tersangka kakak-adik ini dan tersangka F bukan sekedar teman biasa. Diketahui ketiga bekerja sama dalam usaha bengkel modifikasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan ini dipicu oleh cinta segitiga. Ini berawal ketika Arya melihat pacarnya Maulida berduaan dengan pria lain berinisial F (27) di dekat SPBU di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru pada Rabu (16/10) malam.
Terbakar rasa cemburu, Arya menghubungi beberapa temannya guna membuntuti sang pacar. Setelah teman-temannya tiba, mereka menguntit dari belakang sambil mengendarai sepeda motor.
Tahu dibuntuti, F yang sedang berboncengan dengan Maulida pun berhenti, tepatnya di depan Eko Flower di Jalan Arifin Achmad. Saat itu Arya memanggil Maulida dengan maksud meminta penjelasan.
Pada saat itu, percekcokan sempat terjadi antara Arya dan pacarnya. Pacarnya sempat mengatakan bahwa F adalah abang kandungnya. Saat itu pula F menelpon teman-temanya untuk datang ke lokasi, yakni MIL dan R.
Begitu tiba di sana, MIL langsung melakukan pemukulan terhadap Arya yang sedang berdiri tidak jauh dari parit. Pukulan itu mengenai rahang Arya yang membuat linglung.
Melihat kawannya dipukul, salah seorang teman Arya bernama Jeremi berusaha menyelamatkan Arya yang terlihat akan terjatuh. Namun saat itu dia langsung dihajar F dan R. Arya dinyatakan meninggal dunia usai diangkat dari dalam parit.(yls)
Editor : Rindra Yasin