BINAWIDYA (RIAUPOS.CO) - Warga Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya menolak pendirian rumah biliar atau tempat hiburan yang rencananya akan dibangun di dekat lingkungan mereka. Sikap protes diungkapkan para warga dengan memasang spanduk.
Spanduk terbentang di pagar masjid, Jalan Angkasa. Tulisannya berwarna merah.
”Kami warga RT 01 RW 01, jemaah Masjid Paripurna Al Huda dan Musala Nurul Iklas menolak pendirian biliar dan kafe serta hiburan malam di lingkungan warga kami”.
Spanduk tersebut sudah lama terpajang dan dilihat setiap orang yang melintas di jalan tersebut.
”Memang warga menolaknya itu. Nggak mau warga sini pendirian biliar dan hiburan itu,” ungkap salah seorang warga setempat yang mengaku bernama Iyus yang ditemui RiauPos, kemarin.
Menurutnya, penolakan warga dikarenan khawatir dampak negatif dari tempat hiburan malam terhadap generasi muda dan lingkungan sekitar.
”Warga menolak karena dampak negatifnya, sehingga warga tak mau daerahnya ada tempat hiburan seperti itu,” sambungnya.
Hal senanda disampaikan warga lainnya.
”Iya, itu lokasinya yang ruko di depan sana di simpang, dulu rukonya tempat lembaga pendidikan. Sekarang kosong rukonya dan rencananya akan dijadikan tempat biliar dan hiburan malam. Ya warga tak mau, menolaklah,” tambah warga lainnya yang mengaku bernama Andi.
Ketua RT 01, Hariadi membenarkan jika warganya menolak pendirian rumah biliar tersebut.
”Warga memang menolaknya, namun lebih konfirmasi juga sama Pak Lurah,” ujarnya.
Sementara Lurah Tobek Godang, Kecamatan Binawidya Yasir Arafat membenarkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari penolakan masyarakat tersebut.
”Warga memang menolak, mereka memang menyampaikan hal itu,” ujarnya.(ilo)
Editor : Rindra Yasin