PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengamat masalah perkotaan Dr Mardianto Manan menyoroti persoalan gelandangan dan pengemis yang mulai marak di Kota Pekanbaru. Bahkan dirinya sempat merekam video beberapa kali sejumlah gelandangan yang masih tidur di bawah flyover Pasar Pagi Arengka hingga pagi hari.
Seperti video yang diterima Riaupos.co pada Rabu (14/11/2024) darinya, empat sampai lima gelandangan terlihat masih 'terkapar' tidur di bawah flyover Jalan Soekarno-Hatta, dekat Pasar Pagi Arengka. Padahal matahari sudah terbit.
Mardianto Manan menyayangkan kondisi ini terjadi di ibu kota Provinsi Riau yang katanya kaya. Apalagi baru-baru ini pemerintah merilis bahwa pengangguran menurun. Hingga pemandangan yang mulai rutin satu sampai dua pekan terakhir ini sungguh tidak elok.
''Ini akan berdampak pada sisi lain kota ini seperti kriminalitas, estetika kota, kumuh, gangguan lalu lintas. Kota terkesan miskin papa, dan tak bisa memberdayakan warganya. Bisa buat macet dan tak elok dipandang mata,'' sebut Mardianto Manan.
Mardianto kemudian bertanya dengan nada menyindir soal kondisi yang telah menjadi pemandangan umum lebih dari sepekan terakhir ini.
''Kondisi ini siapa yang tanggung jawab?'' tanyanya.
Mardianto Manan menyayangkan kondisi ini terjadi hingga lebih dari sepekan, tapi seperti tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Padahal dinas yang khusus menangani masalah perkotaan ini, yaitu dinas sosial (Dinsos) ada.
''Pemko bertanggung jawab tentang hal ini. Pemko terkesan abaikan masalah ini, alias tak serius. Perintah dan komando terhadap dinas terkait seakan-akan tak ada, sehingga Dinsos ataupun Satpol PP tak berbuat,'' kata Mardianto Manan.
Mardianto Manan meminta permasalahan gelandangan, pengemis hingga juga Pak Ogah, menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah harus menunjukkan kepedulian sekaligus ketegasan.
''Jangan sampai ada pembiaran. Ini bisa menjamur nantinya seperti Pak Ogah, apa tidak malu Pemko ini?,'' tutup Mardianto Manan.(end)
Editor : RP Edwar Yaman