PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andri Saputra mengaku prihatin atas tertangkapnya dua pejabat top di kalangan eksekutif Kota Pekanbaru oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penangkapan lewat operasi tangkap tangan (OTT) itu menurutnya sangat menyedihkan, karena terjadi saat Pekanbaru sedang menderita defisit anggaran.
''Kita sangat prihatin ya, dua pucuk pimpinan di eksekutif sekaligus kena OTT oleh KPK. Ini sangat disayangkan terjadi saat anggaran kita mengalami defisit,'' kata Andri.
Andri yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pekanbaru ini meminta agar pejabat lainnya di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih berhati-hati. Baik dalam mengambil kebijakan maupun menjalankan perintah atasan.
''Mari kita fokus bekerja, bekerja keras, dan ikhlas di tengah defisit anggaran ini. Pemerintahan dan pelayanan harus terus berjalan. Kita hari ini telah meminta langsung agar ditetapkan Plh atau Plt, dua sekaligus ya, sesuai aturan,'' sebut Andri.
Andri meminta roda pemerintahan tetap berialan. Dirinya berharap Pj Gubernur Riau segera menunjuk pejabat sementara mengisi dua jabatan yang langsung kosong tersebut.
Seperti diberikan sebelumnya, Pj Wako Pekanbaru Risnandar Mahiwa dan Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution terjaring OTT KPK. Keduanya sempat diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pekanbaru pada Senin (2/12/2024) malam, sebelum diterbangkan ke Gedung KPK Jakarta hari ini.(end)
Editor : RP Edwar Yaman