PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tak terasa, penghujung tahun 2024 semakin di depan mata. Namun Taman Labuai Pekanbaru Citywalk yang digadang-gadang akan beroperasi akhir tahun, nampaknya urung bisa dinikmati warga kota.
Seperti terlihat di lokasi, Ahad (15/12) siang, Taman Labuai terlihat sepi dari aktivitas masyarakat. Tenan-tenan yang sudah disediakan masih tertata rapi dan terlihat belum digunakan. Begitupun fasilitas lainnya seperti musala, toilet umum dan mini podium yang tersedia di sana.
Vera, pengendara sepeda motor yang melewati Taman Labuai mengatakan, sejak taman tersebut dibangun, ia belum pernah melihat aktivitas kulineran maupun kegiatan UMKM sesuai dengan peruntukan Taman Labuai.
”Kayaknya belum diresmikan, setiap saya lewat belum ada gerai yang buka,” ujarnya. Vera mengaku Taman Labuai semestinya sudah diresmikan lebih awal, agar dapat dinikmati masyarakat sekitar. Terlebih Taman Labuai akan menambah list destinasi kulineran di Kota Pekanbaru.
Saat ini, Taman Labuai sudah rampung dibangun dengan berbagai fasilitas yang siap mendukung aktivitas masyarakat. Terdapat 20 gerai UMKM yang terbagi di dua sisi taman, masing-masing 10 gerai di kanan dan kiri.
Selain itu, taman ini dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, mushola, mini podium, dan penerangan jalan yang tertata rapi. Suasana asri dengan pepohonan rindang dan kursi di sepanjang pedestrian menambah kenyamanan bagi pengunjung. Taman Labuai juga dilengkapi dengan guiding block bagi kemudahan beraktivitas disabilitas.
Keunikan lain dari Taman Labuai adalah penggunaan material ramah lingkungan untuk gerai-gerai UMKM. Seluruh gerai dibangun menggunakan Wood Plastic Composite (WPC), bahan campuran serbuk kayu dan plastik daur ulang. Dengan perpaduan warna cokelat alami dari gerai dan kehijauan taman, area ini memberikan kesan natural yang memikat.(end)
Editor : Rindra Yasin