PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberadaan para pengungsi etnis Rohingya di Kota Pekanbaru mulai membuat resah masyarakat. Tempat penampungan mereka yang berada dekat dengan permukiman masyarakat kerap menimbulkan gesekan dengan masyarakat tempatan.
Belakangan, para pengungsi Rohingya ini sering berkeliaran ke permukiman warga dan meminta-meminta. Bahkan baru-baru ini, mereka terkesan ”memaksa” dan datang dengan bergerombolan ke rumah warga meminta buah rambutan yang tumbuh di halaman rumah warga. Aksi mereka ini viral di beberapa media sosial melalui video singkat.
Menyikapi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana untuk memindahkan tempat penampungan para pengungsi etnis Rohingya.
Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Roni Rakhmat mengatakan, saat ini Badan Kesbangpol telah mencari tempat baru bagi para etnis Rohingya. Mereka rencananya bakal ditempatkan di satu tempat perbatasan kota.
”Rencananya di perbatasan Pekanbaru-Siak, dekat Rumbai ujung, tapi ini belum dipastikan,” ujar Roni Rakhmat, akhir pekan lalu.
Ia menilai perlu tempat khusus bagi para pengungsi yang penempatan penampungan seluruh pengungsi Rohingya ini jauh dari permukiman warga.
Ia katakan, nantinya di akan dibangun tempat-tempat penampungan lengkap dengan fasilitas lainnya oleh IOM. Ia menyebut, rencana penyediaan lahan itu sesuai permintaan IOM.
Disebutkannya, saat ini ada 270 orang Rohingya yang ditanggung biayanya oleh IOM. Namun di luar itu, ada sekitar 500 etnis Rohingya lagi yang tidak ditanggung IOM dan kini berkeliaran.
”500 pengungsi itu lah yang belum terdaftar di IOM. Jadi yang berkeliaran mengambil rambutan itu lah dia (pengungsi ilegal, red). Tidak sama dengan yang 270 ditanggung IOM. Jadi ada total 770 orang,” tutupnya.(yls)
Editor : Rindra Yasin