Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lagi, Bus TMP Tak Beroperasi Gara-Gara BBM

Tim Redaksi • Sabtu, 4 Januari 2025 | 10:21 WIB
Calon penumpang menunggu kedatangan bus TMP di halte depan Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat (3/1/2025).
Calon penumpang menunggu kedatangan bus TMP di halte depan Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat (3/1/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Lagi-lagi, bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) tidak beroperasi, Jumat (3/1). Penyebabnya sama dengan awal Desember lalu. Bus TMP tidak mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dari pihak SPBU.

Tidak beroperasinya bus TMP ini disesalkan masyarakat calon penumpang karena tidak ada pemberitahuan kepada mereka bahwa bus TMP tidak beroperasi. Akibatnya mereka harus menunggu lama di halte bus.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru Khairunnas kepada Riau Pos membenarkan tidak beroperasinya bus TMP tersebut. Ia belum bisa memastikan kapan bus TMP akan kembali beroperasi melayani penumpang. Ia mengaku, Pemko Pekanbaru harus mencari SPBU yang bisa memberi utang BBM agar bus TMP bisa beroperasi lagi.

”SPBU belum ada yang mau mengisinya. Kami belum bisa pastikan kapan bus TMP bisa beroperasi lagi. Kami saat ini tengah mencari SPBU yang mau mengutangkan dulu BBM untuk bus TMP. Di SPBU sebelumnya kan isi dulu baru bayar, tapi saat ini sudah tidak bisa lagi seperti itu karena mereka (SPBU) sebelumnya terikat dengan sistem,” ujar Khairunnas.

Sementara itu, Kepala UPT Bus Trans Metro (TMP) Pekanbaru, Sarwono mengaku dirinya juga belum bisa memastikan kapan tetapi dirinya berharap agar besok bus TMP bisa beroperasi lagi. ”Kita berharap semoga hari ini (kemarin, red) saja tidak beroperasi, dan besok bisa beroperasi lagi,” ujar Sarwono.

Selain itu, pihaknya saat ini juga tengah melakukan evaluasi terhadap evaluasi kinerja TMP, pengarahan terpadu dan perpanjangan kontrak juga di tahun 2025. Sarwono memastikan gaji para sopir bus TMP tidak akan terganggu.

”Untuk gaji sopir bus TMP aman, gak ada terganggu,” pungkasnya. Diketahui, sebelumnya pada bulan Desember 2024 lalu, bus TMP sempat tidak beroperasi karena memiliki tunggakan BBM sebesar Rp600 juta kepada pihak SPBU. 

Masyarakat Kecewa

Sementara itu, tidak beroperasinya bus TMP membuat kecewa calon penumpang. Mereka terpaksa menunggu lama di halte bus karena tidak ada informasi yang diberikan oleh pengurus bus TMP.

Pantauan Riau Pos, Jumat (3/12) di lapangan terlihat sejumlah calon penumpang bus TMP masih menunggu kedatangan bus berwarna biru tersebut, di sejumlah halte di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. 

Seorang calon penumpang bus TMP, Hardianto mengaku dirinya sudah menunggu kedatangan bus TMP sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Namun tak satupun bus TMP yang terlihat lalu lalang di Jalan Jenderal Sudirman. 

Hingga akhirnya ia melihat banyak calon penumpang yang memutuskan memilih mencari alternatif lain dengan menggunakan transportasi online. Sehingga ia pun mau tidak mau mengikuti hal tersebut agar bisa cepat sampai ke lokasi tujuan. 

”Kecewa pasti ya, karena kita pengguna bus ini sangat memerlukan layanan TMP. Kalau tidak beroperasi seharusnya ada informasi yang diberikan kepada masyarakat satu hari sebelumnya sehingga masyarakat juga bisa mencari alternatif lain jangan seperti ini, pengguna hanya di biarkan begitu saja tanpa ada kejelasan,” katanya, kemarin. 

Ia mengatakan sangat miris melihat kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini yang kian hari tidak profesional dalam mengurus permasalahan yang ada di Kota Pekanbaru. Apalagi sata tahu tidak beroperasinya bus TMP karena pemko tidak memiliki biaya untuk membeli bahan bakar BBM. Menurutnya, alasan itu tidak masuk akal karena Pemerintah Kota Pekanbaru kerap meminta masyarakat taat membayarkan pajak untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat itu sendiri. 

”Jelas tidak masuk akal, uang pajak yang dibayarkan masyarakat Kota Pekanbaru dikemanakan selama ini? Seharusnya kan uang pajak itu diperuntukkan untuk peningkatan layanan salah satunya juga transportasi umum ini tapi ini malah tidak ada uang untuk beli BBM. Pemerintah kota harus tanggung jawab dengan kondisi ini, sampai sekarang tidak ada permalasahan di Kota Pekanbaru ini yang teratasi dengan baik termasuk juga sampah,” katanya.

Senada juga diungkapkan oleh Juwita salah seorang pengguna bus TMP yang berada di Sudirman Trade Center yang harus memesan mobil online untuk meneruskan perjalanan pulang lantaran baru mengetahui jika bus TMP kembali tidak beroperasi di awal 2025 ini.

Tadinya ia mengira jika ia ketingalan bus, karena asik menghabiskan waktu liburan bersama keluarganya di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru tersebut.

”Saya kira tadi busnya sudah jalan semua. Nggak tahunya memang enggak beroperasi. Sering kali layanan bus TMP seperti ini, yang terbengkalai masyarakat. Kalau seperti ini bukannya bisa hemat biaya perjalanan malah semakin besar pengeluaran kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, ada 38 bus TMP ini melayani delapan koridor yang ada di Pekanbaru. Koridor tersebut yakni Koridor 01 Pandau - Ramayana, Koridor 1A MPP - Bandara SSK II, Koridor 02 Terminal BRPS - Kulim dan Koridor 03 Awal Bros - UIN Panam.

Kemudian Koridor 4A Ramayana - Tangor, Koridor 4B MPP - BRPS, Koridor 4C MPP Kantor Tenayan dan Koridor 8A MPP - Unilak. Pengelola Bus TMP memastikan kondisi bus layak jalan melayani warga.(dof/ayi/yls)

Editor : Rindra Yasin
#pasokan bbm #Bus Trans Metro Pekanbaru #pekanbaru #bus tmp