Massa yang tergabung dalam Forum Anti Maksiat (FAM) itu mendatangi lokasi THM yang berada di pinggir jalan. Massa melakukan long march dari tempat masing-maasing menuju lokasi aksi.
Warga yang berdemo menggunakan pita kuning di lengan.Mereka juga membentangkan spanduk berisi tuntutan. Selama aksi damai tersebut, ratusan personel gabungan dari Polresta dan Satpol PP Pekanbaru melakukan penjagaan.
”Kami meminta pemerintah menutup sarang maksiat ini (Chromatic Family Karaoke, red) ,” tegas Ketua FAM Syariful sambil berorasi di atas mobil yang dilengkapi fasilitas pengeras suara.
”Ini tempat sudah sarang maksiat, membangun tidak sesuai aturan, berdiri dekat dengan masjid, sekolah Islam hingga kampus,” lanjutnya.
Disebutkan Syariful, aksi mereka kali ini buntut lambatnya tindakan yang diambil Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terhadap tuntutan aksi mereka sebelumnya. Masyarakat menuntut THM ditutup karena melanggara aturan, namun hal tersebut tak kunjung dilakukan oleh pemerintah.
Dalam aksi kemarin, massa menuntut THM Chromatik ditutup hari itu juga dan segera disegel, sehingga tidak lagi ada aktivitas yang dilakukan.
”Ini kali kedua kami turun aksi. Kalau masih dibiarkan dibuka, jangan salahkan kami yang menutup sendiri tempat maksiat ini,” teiak Syariful.
Mendengar orasi itu, massa yang berada di sekitar langsung berteriak, ”Tutup! Tutup!”.
Ditutup Sementara
Usai didemo, THM Chromatic Family Karaoke akhirnya ditutup sementara, Jumat (10/1) petang. Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekrtaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zarman Candra saat mendatangi massa.
Ia mengatakan, secara perizinan Chromatic sudah memenuhi syarat. Dan pengelola memiliki izin yang lengkap.
”Kami sudah bertemu dengan pengelola Chromatic, dan atas nama pemerintah kKota meminta untuk tutup selama 3 hari. Setelah itu baru akan kami sampaikan lagi hasil kajian ulang,” ujar Zarman.
Hal yang sama disampaikan Kasatpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian. “Sementara ini, untuk tiga hari ke depan ditutup dulu,” ujarnya.
Terkait aksi demonstrasi ini, Riau Pos berusaha untuk mengkonfirmasi pengelola Chromatic Family Karaoke, namun tidak berhasil. Dari awal hingga akhir demonstrasi berlangsung tidak ada perwakilan pengelola yang menemui warga.(*/ali/ilo)
Editor : Rindra Yasin