PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Titik banjir di Kota Pekanbaru, secara kasat mata, terus bertumbuh. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi masterplan banjir Kota Pekanbaru.
Situasi ini menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Zulkardi. Hal itu setelah ia mendapatkan laporan banjir dari warga Rumbai dan sempat turun dengan perwakilan Dinas PUPR Pekanbaru, Sabtu (18/1/2025).
Menurut Zulkardi, banjir ini harus dipetakan ulang. Laporan dari warga, dalam hal ini RT dan RW akan membantu. Hingga masterplan banjir yang ada itu sudah selayaknya direvisi.
"Kita sudah punya masterplan penanganan banjir yang dibuat pada tahun 2021 lalu, namun sayangnya hingga kini masih belum dijalankan. Sebelum ini dijalankan, alangkah baiknya dilakukan revisi terlebih dahulu karena lokasi banjir di Pekanbaru terus bertambah,'' ungkap Politisi PDIP ini.
Zulkardi mengaku khawatir dengan kondisi banjir Kota Pekanbaru, khususnya Rumbai, yang dinilainya merupakan wilayah rendah.
Maka pada akhir pekan itu ia bersama masyarakat dan dibantu pasukan kuning bergotong royong membersihkan drainase di Jalan M Nur dan Jalan Harapan Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai.
Zulkardi berharap kemunculan banjir baru ini, seperti halnya di Rumbai, dapat masuk dalam pemetaan banjir. Hingga masterplan banjir Kota Pekanbaru yang sudah berusia tiga tahun harus direvisi.
Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal