PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan tidak terjadi kelangkaan terhadap pasokan tabung elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon. Distribusi gas bersubsidi ini juga diklaim lancar. Di mana kuota elpiji 3 kilogram di Kota Pekanbaru mencapai 1 juta tabung per tahun.
”Pekan depan kami akan rapat bersama pihak Pertamina dan para agen. Kita mau bahas masalah distribusi dan yang lain-lainnya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Jumat (7/2).
Pria yang akrab disapi Ami ini mengatakan, para pengecer tabung gas 3 kilogram rencananya bakal dialihkan menjadi subpangkalan resmi. Mereka harus menjual gas melon tersebut sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Di mana di Kota Pekanbaru HET gas melon sebesar Rp18 ribu per tabung.
”Mereka nantinya, para pengecer gas 3 kilogram ini bisa dialihkan menjadi sub pangkalan resmi. Sehingga harga jual tabung gas 3 kilo ini bisa diselaraskan sesuai HET,” tambahnya.
Diungkapkannya juga, dalam sidak yang dilakukan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Rabu (5/2) lalu, di salah satu pangkalan elpiji di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru didapati ada pengecer menjual gas 3 kilogram melebihi HET.
Hal ini menjadi perhatian pihaknya supaya harga ini bisa selaraskan sesuai dengan HET, seperti aturan pemerintah pusat.
”Kebijakannya kan pengecer ini tidak boleh lagi jual karena mau dijadikan pangkalan, ini yang mau kita diskusikan nanti. Kedua nanti kita mau usulkan pangkalan khusus UMKM,” terang Ami.
Pihaknya juga mengawasi distribusi tabung gas 3 kilogram di pangkalan. Mereka harus menjual sesuai dengan HET. Pangkalan juga harus menjual gas 3 kilogram kepada masyarakat kurang mampu.(yls)
Editor : Arif Oktafian