PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kemeriahan Cap Go Meh dalam perayaan Imlek bersama di kampung Tionghoa Jalan Karet Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Selasa (11/2/2025), ditutup dengan kemeriahan atraksi tarian naga ultraviolet, dan tarian nusantara yang mampu memukau para pengunjung yang hadir.
Ditahun ular kayu ini, para pengunjung diajak untuk menari bersama tarian Maumere dari Nusa Tenggara Timur serta hujan kembang api lainnya yang membuat suasana semakin semarak.
Kemeriahan Cap Go Meh 2025 ini turut dihadiri oleh Ketua Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru 2025 Kamin yang juga Ketua Marga Lie Pekanbaru, Pj Wali Kota Pekanbaru Roni Rakhmat, Kapolresta Kombes Pol Jeki Mustika, serta para ketua organisasi Tionghoa dan Forkompinda Kota Pekanbaru.
Menurut Ketua Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru 2025 Kamin, perayaan Cap Go Meh adalah perayaan yang menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia, terutama di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Cina.
Cap Go Meh jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, dan di Indonesia, perayaan ini juga dikenal dengan nama "Hari Raya Cap Go Meh." Cap Go Meh menjadi simbol kemenangan cahaya atas kegelapan serta momen untuk merayakan kehidupan baru yang lebih baik.
Di Kota Pekanbaru, Cap Go Meh dihelat di Kampung Tionghoa di Jalan Karet Kecamatan Senapelan, pada pukul 18.30 WIB hingga 22.00 WIB.
Cap Go Meh tahun ular kayu ini mengangkat tema Harmoni dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas.
Dimana ada banyak kemeriahan yang disuguhkan oleh Panitia Imlek Bersama Pekanbaru yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat bukan hanya etnis Tionghoa, melainkan masyarakat Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau lainnya.
"Dalam kemeriahan Cap Go Meh ini kami menghadirkan hiburan seni budaya oriental dan daerah, ada atraksi naga, quiz berhadiah, dan fotobooth yang bisa dinikmati oleh pengunjung," katanya.
Editor : Rinaldi