Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penganiayaan Selebgram Berujung di Pengadilan, Saksi Ahli Terdakwa Sebut Korban Cut Salsa Tak Alami Trauma

Hendrawan Kariman • Rabu, 12 Februari 2025 | 20:45 WIB
Sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa Cut Salsa di PN Pekanbaru pada Rabu (12/2/2025).
Sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa Cut Salsa di PN Pekanbaru pada Rabu (12/2/2025).

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sidang perkara dugaan tidak pidana penganiayaan, dengan terdakwa Cut Salsa, kembali gelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada Rabu (12/2/2025).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendah Karmila Sari itu beragenda mendengarkan keterangan saksi ahli. Salah satunya adalah Psikolog Forensik Zera Mendoza.

Pada kesempatan itu kuasa hukum terdakwa, Rian Sibarani meminta ahli Zera Mendoza memberikan kesimpulan atas hasil pemeriksaan kondisi psikologi korban Alisia Hadia Mecca seperti dalam BAP.

''Disini, mulai dari data yang dapatkan, gambaran umum, informasi terkait kasus, analisis psikologi dan kesimpulan, terperiksa tidak mengatakan mengalami trauma,'' ungkap Zera Mendoza.

Zera Mendoza juga diminta keterangannya soal defisini trauma mendalam dan kapan seseorang disebut mengalami trauma.

''Seseorang trauma berat karena mengalami kejadian katastropik. Kejadian katastropik ini merupakan kejadian yang sangat berat dan jarang terjadi dalam kehidupan nyata,'' ucapnya.

Bila ia mengalami, lanjut Zera, dia tidak berdaya untuk mengontrol, menghindari atau merubah peristiwa tersebut. Ia mencontohkan seperti bencana alam.

Orang yang mengalami trauma menurut Zera menunjukkan sejumlah tanda-tanda. Seperti bila diceritakan atau mengingat peristiwa itu ia menghindar, tidak mau mendengarkan bahkan berteriak-teriak. Ia juga akan mengalami degupan jantung tidak teratur dan gelisah.

''Gejala-gejala itu harus ada. Orang trauma akan menghindar dan tidak mau mendengarkan peristiwa yang dialaminya. Atau ia akan menghindari tempat, warna, barang atau orang yang berkaitan dengan peristiwa itu,'' ucapnya.

Menurut Zera, seseorang yang mengalami trauma berat tidak bisa menceritakan dengan jelas apa yang dialaminya. Ia menganologikan, orang yang masih dalam keadaan trauma berat akibat gempa atau bencana alam, dia tidak akan bisa bercerita soal gempa atau bencana alam itu secara detail.

Baca Juga: Abdurrab Environmental Care Bukti Nyata Selamatkan Lingkungan, 9.300 Liter Eco Enzyme Dilarung ke Sungai Siak

Perkara dugaan penganiayaan ini bermula pada peristiwa yang terjadi pada 13 Desember 2023 lalu di Mal SKA Pekanbaru. Pada sidang sebelumnya Alisia Hadia Mecca mengaku disiram air oleh Cut Salsa sebelum terjadi perkelahian yang menyebabkan luka di wajah dan tangannya.

Namu Cut Salsa membantah sebagian tuduhan tersebut. Bahkan menurutnya justru Alisia lah yang memulai perkelahian. Sekadar informasi, kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga dimana abang kandung korban merupakan ipar daripada terdakwa.

Cut Salsa juga merasa peristiwa itu sebagai perkelahian, bukan penganiayaan. Ia juga mengklaim telah berusaha meminta maaf, namun pihak korban tidak merespon keinginannya tersebut. Hingga Selebgram ini melaporkan balik Alisa yang berujung pada penetapan tersangka terhadapnya.

Hendrawan Kariman (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#penganiayaan #perkelahian #selebgram