Nama Agung Nugroho sebetulnya sudah wara-wiri di berbagai media sejak awal tahun 2000-an. Awal mula, Agung berkiprah sebagai pembalap sepeda motor profesional. Saat itu, pria kelahiran Padang 14 Oktober 1984 tersebut, dikenal dengan nama Agung Kencana. Hampir setiap kejuaraan berhasil ia menangkan. Kini bersama pasangannya, Markarius Anwar, Agung memulai "balapan" barunya sebagai Wali Kota di Kantor Tenayan.
Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru
Dari dunia balapan, Agung Nugroho kemudian aktif di dunia organisasi. Beberapa organisasi pernah ia pimpin. Mulai dari KNPI Kota Pekanbaru, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI). Saat mahasiswa, Agung juga aktif dalam berorganisasi. Ketertarikannya dalam dunia politik muncul ketika ia memiliki tekad yang kuat untuk dunia otomotif di Pekanbaru, Riau.
"Dari organisasi, saya coba benahi otomotif Riau ini. Ternyata tidak cukup hanya berorganisasi saja. Ini awal mula ketertarikan saya di dunia politik," ujar Agung saat diwawancarai Riau Pos, baru-baru ini.
Dari sana, ia memulai bergabung ke Partai Demokrat. Bahkan ia turut terpilih menjadi Ketua DPC Demokrat Kota Pekanbaru pada 2018 lalu. Agung sempat menarik perhatian Ketua Umum Demokrat kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Diakhir Desember 2018, SBY dan Almarhumah Ani Yudhoyono berkunjung ke Kota Bertuah untuk sebuah kegiatan partai.
Namun ia mendapati atribut Partai Demokrat dirusak di sepanjang Jalan Sudirman Kota Pekanbaru. Hal itu membuat SBY cukup kecewa, terhadap perilaku oknum yang merusak. Disitulah Agung muncul sebagai Ketua DPC Demokrat Pekanbaru dan menarik perhatian SBY. Ia bahkan mendapat perintah langsung dari SBY untuk mencari tahu apa maksud dan tujuan perusakan atribut Demokrat tersebut.
"Kala itu Bapak SBY dan Almarhumah Ibu Ani, memang sangat bersedih mendapati atribut Demokrat yang dirusak dan dibuang ke parit di sepanjang Jalan Sudirman. Saya ditunjuk langsung Bapak SBY untuk cari tau. Kemudian apa yang kami temukan kami laporkan ke Bapak (SBY)," kenang Agung.
Dari SBY, ia belajar banyak soal politik. Apa arti penting berpolitik ternyata tidak sekecil pemikiran Agung yang kala itu ingin memajukan otomotif Riau. Presiden RI ke-6 itu bak guru bagi Agung. Ia kemudian mulai mempraktikan nilai-nilai politik dan cara pandang SBY dalam memegang kendali kekuasaan.
"Bapak itu selalu ajarkan ke kami, bahwa politik itu bukan hanya sekadar tampil, menjabat, mempunyai pengaruh. Tapi kekuatan politik sesungguhnya itu justru dapat memberi arti yang sangat luas bagi kehidupan. Terkhusus kehidupan masyarakat. Jadi bapak selalu tekankan ke kami, tujuan berpolitik hanya satu, kesejahteraan masyarakat," sambung Agung.
Pada 2019, ia kemudian memberanikan diri untuk maju sebagai Anggota DPRD Riau dapil Kota Pekanbaru. Berbekal niat yang tulus untuk mengabdi, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat dengan meraih suara terbanyak di "Dapil Neraka" (istilah untuk dapil Kota Pekanbaru, red). Suami dari Sulastri itu berhasil meraup 27.527 suara.
Baca Juga: Amankan Pelantikan Bupati, Polres Kampar Gelar Apel Gabungan Bersama TNI dan Satpol PP
Dengan kepercayaan diri, serta ilmu politik yang diturunkan langsung dari SBY, Agung dilantik sebagai Anggota DPRD Riau pada pada 6 September 2019. Sang istri, Sulastri yang merupakan Kader Golkar Riau, juga turut dilantik sebagai Anggota DPRD Riau dapil Indragiri Hilir (Inhil).
Di Parlemen, Agung dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau. Ia turut aktif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Kota Pekanbaru. Berbagai aspirasi berhasil ia salurkan ke Pemprov Riau dan tuntas. Mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, jalan rusak, hingga pembangunan sarana prasarana rumah ibadah.
Eksistensi Agung semakin meningkat setelah ia resmi ditunjuk DPP Demokrat Riau menjabat Wakil Ketua DPRD Riau, menggantikan Asri Auzar yang kala itu mundur sebagai Anggota DPRD, karena ikut dalam kontestasi Pilkada Rokan Hilir. Ia dilantik sebagai pimpinan dewan pada 17 Desember 2020.
Dengan jabatan sementereng itu, Agung kemudian semakin banyak berbuat untuk masyarakat. Kinerja serta aksi nyata yang dilakukan, membuat Agung mendapat mandat dari rekan Ketua DPC Demokrat se-Riau untuk maju menjadi Ketua DPD Demokrat Riau.
Mandat itupun membuat Agung menjadi satu-satunya calon tunggal Ketua DPD Demokrat Riau kala itu. Pada fit and proper test pencalonannya, Agung bahkan sempat dipuji AHY.
"Kalau itu Mas Ketum sampaikan bahwa pemaparan visi dan misi saya sebagai Ketua DPD, one of the best. Itu menjadi sebuah semangat buat saya memajukan Partai Demokrat di Bumi Lancang Kuning," paparnya.
Pada 26 Februari 2022, ia kemudian dilantik sebagai Ketua DPD Demokrat Riau bersama 121 pengurus DPD daerah lainnya oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Berbagai terobosan dibuat Agung di Partai Demokrat. Program sosial partai berlambang mercy itupun tak henti-hentinya bergulir. Bahkan hampir setiap bulan ia mengadakan bakti sosial untuk masyarakat.
"Sederhana saja. Kala itu saya berpikir untuk apa saya jadi ketua partai tapi keberadaan saya tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Akhirnya timbul niat untuk mulai membuat program sosial. Selain pekerjaan saya di DPRD yang tentunya juga bersentuhan langsung dengan masyarakat," imbuhnya.
Kerja keras Agung selama menjadi ketua partai dan pimpinan dewan, dibuktikan dari perolehan suaranya pada Pemilihan legislatif 2024. Ia berhasil mengantongi sebanyak 47.198 suara. Jumlah ini termasuk yang terbanyak di sepanjang pemilihan langsung legislatif di Riau. Dengan modal itulah, ia akhirnya memantapkan diri untuk maju sebagai orang nomor satu di Kota Bertuah.
Bukan tanpa pertimbangan yang sulit. Sebagai syarat maju menjadi Wali Kota, ia harus rela meninggalkakn kursi DPRD yang sudah susah payah ia raih. Namun berkat restu dari sang ibunda dan istri, serta dorongan dari para pendukungnya, Agung akhirnya paripurna mengikuti Pemilihan Walikota Pekanbaru.
"Bukan tanpa pertimbangan yang berat. Namun karena dukungan, doa dari ibu dan istri, serta semangat yang diberikan masyarakat Kota Pekanbaru, saya akhirnya memutuskan go a head," tukasnya.
Berpasangan dengan Markarius Anwar, yang notabenenya adalah kolega Agung di DPRD Riau, pasangan dengan jargon Aman itu berhasil meraih lebih dari 40 persen suara warga Kota Pekanbaru. Beberapa visi dan misi Agung turut menjadi pemicu warga untuk menjatuhkan pilihan pada pasangan yang didukung Demokrat dan PKS tersebut.
"Sekarang giliran saya untuk memacu laju pertumbuhan dan memajukan Kota Pekanbaru. In sya Allah, visi dan misi, serta janji politik yang saya sampaikan ke masyarakat saat kampanye, akan saya realisasikan. Doakan saya bisa kuat dan selalu diberikan kesehatan, untuk mewujudkan ekspektasi masyarakat," pungkasnya.
Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal