Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Media Harus Optimalkan Branding untuk Bertransformasi

Hendrawan Kariman • Selasa, 25 Februari 2025 | 09:50 WIB

Musyawarah Daerah (Musda) VI Serikat Perusahaan Surat Kabar (SPS) Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (24/2/2025).
Musyawarah Daerah (Musda) VI Serikat Perusahaan Surat Kabar (SPS) Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (24/2/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Untuk mempertahankan bisnis yang berkelanjutan, dua pembicara kunci pada workshop “Masa Depan Media” di Musyawarah Daerah (Musda) VI Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, Senin (24/2), sepakat perusahaan media harus melakukan transformasi.

Dua pembicara itu, Wakil Ketua Umum SPS Syamsuddin Hadi Sunarto dan Deputy Head of Corporate Communications di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Disra Alldrick, memberikan masukan dan arahan ke perusahaan pers di Riau.

Sunarto menekankan pentingnya media massa, terutama cetak, melebarkan isi suguhan informasi di dalam media masing-masing. Terutama dalam kaitan untuk meningkatkan pendapatan. Pendapatan dari iklan menurutnya kini tidak bisa diandalkan sepenuhnya.

Media harus memaksimalkan peluang, salah satunya lewat medai sosial. Ada peluang pendapatan atau monetisasi di sana. “Memanfaatkan branding yang sudah kuat untuk membuat berbagai usaha,” ujarnya.

Sunarto mencontohkan sejumlah media, bahkan di negara di mana bisnis media maju, telah memanfaatkan segala lini di ranah digital. “Seperti membuat konten story telling berbasis video tentang ekonomomi dan budaya Riau. Mengadakan festival digital dan forum komunitas untuk memingkatkan engagement,” ungkapnya.

Bahkan, media sekelas New York Post juga mengandalkan media sosial. Begitu juga New York Time (NYT) yang  menggunkan data dan AI Personalization untuk produksi kontennya. 

Hal senada diungkap Alldrick. Sebagai mitra media sekaligus pembaca berita, ia mengatakan masa depan pers bukan hanya soal berita. “Tetapi ekosistem, data, komunitas dan bisnis,” ungkapnya.

Menurutnya, skop sumber pendapatan media harus diperluas. Bisa lewat strategi langganan dan paywal model NYT. Bisa juga meniru model The Guardian yang mengandalkan donasi tanpa iklan, namun hadir independen dengan tulisan investigasi dan analisa mendalam. “Atau bisa juga melakukan pengembangan lewat forum bisnis dan berbagai kegiatan hingga monetisasi video dan podcast,” katanya.

Pada Musda VI, SPS Riau memilih ketua baru. Dua kandidat maju yaitu Direktur Riau Pos Asmawi Ibrahim dan Direktur Info Riau Saidul Tombang.  Hasil voting, Saidul memperoleh 17 suara, unggul 1 suara dari Asmawi yang meraih 16 suara. Sementara 1 suara dinyatakan hangus.(end)

Editor : Arif Oktafian
#Musda VI SPS Riau #workshop Masa Depan Media #perusahaan pers