PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penanganan masalah sampah di Kota Pekanbaru mulai menemukan titik cerah. Ini setelah Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menggaungkan Gerakan Serbu Sampah, sepekan lalu. Meski baru sepekan, program ini dinilai berhasil mengatasi sebagian besar masalah tumpukan sampah.
Berdasarkan pantauan Riau Pos di beberapa titik pada Selasa (25/3), tumpukan sampah jauh berkurang. Di salah satu titik di Jalan Soekarno-Hatta, ada sampai tiga truk sampah yang sedang membersihkan tumpukan sampah, lengkap dengan petugas pengawas.
Di ruas Jalan HR Soebrantas juga minim tumpukan sampah. ”Sampah diangkut lebih awal dari biasannya. Sudah bersih sekarang dari sampah. Sebelum pukul 07.00 WIB, sampah sudah diangkut petugas kebersihan,” ujar Anwar, salah seorang warga sekitar, kemarin.
Menurutnya, sampah di Jalan HR Soebrantas diangkut tepat waktu. ”Di TPS dengan SPBU itu biasanya sampai beberapa hari baru diangkut, tetapi akhir-akhir ini mereka angkut tiap hari,” tambahnya.
Sementara sampah yang biasa sering menumpuk di TPS Jalan Soekarano Hatta juga sudah ada perubahan. Petugas setiap hari mengangkut sampah ditepian ruas jalan protokol ini. TPS ini tidak jauh dari simpang Jalan Teropong.
”Setiap hari sampah diangkut petugas, sudah ada perubahan, tetapi karena warga yang buang sampah banyak, sampah terkadang ada yang menumpuk lagi tetapi tidak banyak seperti sebelumnya,” tambah Burhan, warga sekitar Jalan Soekarno Hatta.
Dinilai Tepat
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Riau Khairul Anwar mengatakan, terobosan kebijakan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho lewat Gerakan Serbu Sampah dinilai langkah tepat. Baik secara politik maupun secara teknis menyelesaikan masalah tumpukan sampah di Kota Pekanbaru.
”Apa yang dilakukan pemko melalui wali kota ini merupakan bentuk semangat awal masa jabatannya. Ini penting secara politik maupun kebijakannya,” sebut Khairul, Selasa (25/3).
Memang, sebut Khairul, menjadi sebuah tantangan bagi setiap pejabat baru untuk bisa mengatasi masalah yang menurut masyarakat sudah kronis. Hal ini akan menjadi beban politik bila tidak ada terobosan inovatif yang dibuat
”Ini adalah kebijakan taktis dan cepat yang bagus untuk jangka pendek dalam mengatasi tumpukan sampah. Terutama kita sedang menjalani puasa, sebentar lagi Idulfitri dan libur panjang. Maka langkah ini menjadi amat penting,’’ kata Khairul.
Penggerakan hampir seluruh elemen di birokrasi, terutama lurah dan camat, ini menurut Khairul bisa jadi bagian dari strategi penting Agung Nugroho, bila benar pengelolaan sampah kembali ke kecamatan dan kelurahan. Pasalnya pengelolaan sampah ini menurutnya harus segera dievaluasi.
”Sah-sah saja wali kota melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sampah. Entah nanti sepenuhnya kembali ke pemerintahan atau sebagian masih dikelola swasta,” kata Khairul.
Namun Khairul menekankan pentingnya Pemko Pekanbaru mempersiapkan rencana jangka panjang pengelolaan sampah. Hingga Gerakan Serbu Sampah ini tidak sekedar semangat di awal saja.
”Gerakan Serbu Sampah adalah kebijakan taktis yang penting menghadapi masalah kronis penumpukan sampah saat ini. Namun Pemko juga harus merancang kebijakan sustainable, jangka panjang, membangun ekosistem pengendalian dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Karena masalah ini adalah masalah mendasar perkotaan,” ungkapnya.
DPRD Beri Dukungan
Dalam pada itu, Gerakan Serbu Sampah yang dicanangkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugrogo mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru sebagai jawaban masalah tumpukan sampah di pinggir jalan kota.
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru T Azwendy Fajri mengapresiasi gebrakan Wali Kota Agung yang menurutnya harus didukung semua pihak. Ia berharap program ini terus berkembang hingga dapat mempengaruhi perilaku masyarakat yang masih suka buang sampah tidak pada tempatnya.
”Bagus, semoga program itu bisa berkembang sampai ke jalan-jalan lingkungan dan menjadi budaya bagi seluruh masayarakat Pekanbaru agar bisa berperilaku hidup bersih,” sebut Azwendy.
Dengan Gerakan Serbu Sampah ini terus berjalan, diharapkan semangat kota bersih menjalar ke lingkungan dan pemukiman warga.(ilo/end)
Editor : Rindra Yasin