KOTA (RIAUPOS.CO) - Usai menutup layanan kunjungan khusus Idulfitri 1446 Hijriah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru langsung melakukan upaya bersih-bersih. Petugas Rutan Pekanbaru menggelar razia blok hunian para tahanan pada Sabtu (5/4) malam.
Dalam razia, petugas menyasar beberapa blok hunian secara acak. Setiap kamar diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari tempat tidur, lemari pribadi, hingga area-area tersembunyi yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. Proses pemeriksaan dilakukan secara humanis, demi menjaga rasa aman dan tertib di lingkungan rutan.
Hasilnya, belasan barang-barang terlarang di dalam rutan, termasuk yang dianggap berbahaya dan berisiko bagi keamanan, langsung disita. Agar tidak disalahgunakan, barang-barang hasil razia langsung dimusnah.
Kepala Rutan Pekanbaru Bastian Manalu mengatakan razia ini merupakan kegiatan rutin. Namun kali ini dengan skala dan intensitas yang ditingkatkan setelah momen hari besar keagamaan.
Ia menyebut, kunjungan masif keluarga tahanan maupun napi ke rutan menyimpan risiko tinggi menyusupnya barang terlarang ke dalam rutan. ”Setelah Idulfitri, kita ingin memastikan situasi di dalam rutan tetap kondusif. Razia ini penting untuk mencegah adanya barang-barang terlarang yang mungkin masuk selama momen kunjungan Lebaran,” ujar Bastian, Ahad (6/4).
Bastian menegaskan kepada seluruh tahanan agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku. Ia terus memperingatkan agar tidak ada yang mencoba-coba menyelundupkan barang terlarang ke dalam tahanan.
”Kami akan terus melakukan razia secara berkala demi menjaga keamanan bersama,” tutup Bastian.(end)
Editor : Arif Oktafian