Mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Fikri Wahyu Hamdani meninggal dunia¸ Ahad (13/4) pukul 02.15 WIB dini hari. Ia meninggal di usia 47 tahun karena sakit jantung.
KOTA (RIAUPOS.CO) - RUMAH duka di Jalan Singgalang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan ramai didatangi pelayat, Senin (14/5). Mulai dari masyarakat tempatan, mantan sejawat sewaktu di DPRD Pekanbaru, pejabat pemerintah, dan mantan pejabat. Mereka datang untuk mendoakan kepergian alumni Fisipol Universitas Riau tersebut.
Di antaranya, anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi Nasdem Zulfan Hafiz, anggota DPRD Fraksi Gerindra Zainal Arifin, hingga Jhon Romi Sinaga. Tampak juga hadir, mantan Sekko Pekanbaru M Noer.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi Nasdem Zulfan Hafiz mengenang memori dirinya bersama Fikri semasa hidup. Ia mengaku cukup sering bergaul dengan almarhum, karena memang satu partai.
”Saya kenal dekat dengan beliau, satu partai, satu fraksi. Beliau semasa hidup terkenal sebagai orang yang humoris, bawaan selalu ceria,” Zulfan mengingat-ingat kebersamaan mereka, Senin (14/4).
Dengan orangnya yang selalu hangat, ceria, Zulfan merasa kepergiannya terlalu cepat. Ia secara pribadi tidak berselisih dengan Fikri Wahyu Hamdani. Fikri menurutnya memang orang baik.
”Memang beliau orang baik, maka kepergian beliau ini memang menjadi kehilangan bagi kami,” tambahnya.
Zulfan juga mengimbau kepada kolega, masyarakat dan sesiapa yang mengenal almarhum untuk memaafkan jika ada kesalahan atau kesilapannya selama menjadi wakil rakyat. Ia juga mendoakan agar semua amal almarhum semasa diterima sebagai ibadah, serta keluarga yang ditinggalkan tabah.
Kebaikan dan sifat pandai bergaul Fikri ini juga diakui M Noer. Pria yang merupakan ‘Mamak’ almarhum ini mengatakan, karena sifat itu pula mungkin, kepergian Fikri merupakan cobaan berat bagi keluarganya.
”Anaknya baik, baik ke orang, teman-teman, taat dengan emak dan bapaknya. Saya kenal, emaknya kakak saya. Kepergian dia memang berat bagi keluarga,” ujarnya lirih.
Mantan Sekko Pekanbaru ini menyebutkan, Fikri mengalami sakit jantung. Kondisi kesehatannya memburuk beberapa bulan terakhir. Namun kepergian Fikri pada Ahad (13/4) tetap saja terasa mendadak.
”Ponaan saya itu memang sempat dirawat, sampai ke beberapa rumah sakit. Sempat pula sembuh dia, bisa berjalan, tapi tiba-tiba kakak saya (ibu Fikri, red) menelepon, Fikri sudah pergi,” sebut M Noer.
Fikri, yang saat meninggal berusia 47 tahun, merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara. Ia sangat disayang oleh ibunya. Sang ibu, menurut M Nur terus mendampingi putranya itu perawatan keluar masuk rumah sakit untuk berobat.
Namun malang tidak dapat ditolak. Fikri pergi untuk selama-lamanya. Meningggal 1 anak dan istri serta seluruh keluarga besarnya.
M Noer menyebutkan, Fikri anak yang baik dan luwes dalam bergaul. Ia suka berteman dan aktif berorganisasi sejak muda. Maka dia tidak heran banyak teman-temannya datang dan juga mengabari juga soal musibah itu.
”Dia aktif karena suka berteman, sampai dia meninggal. Dia aktif di kepemudaan, lalu jadi anggota dewan, aktif di kepartaian. Bahkan malam sebelum meninggal itu dia ngumpulkan anak yatim dan berdoa. Maka kepergiannya ini buat kami terkejut,’’ cerita M Noer.
Mewakili pihak keluarga M Noer berharap siapapun yang pernah kenal dengan ponaannya itu dapat mengikhlaskan. Lalu dapat pula memaafkan bila ada salah dan khilaf. Ia berharap Fikri Wahyu Hamdani dikenang sebagai orang baik.***
Editor : Arif Oktafian