Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tuntut Pembayaran, Kontraktor Segel RSD Madani, Ancam Angkut Barang

Prapti Dwi Lestari • Kamis, 8 Mei 2025 | 09:44 WIB

Sejumlah kontraktor atau rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru menggelar aksi di depan rumah sakit menuntut pembayaran.
Sejumlah kontraktor atau rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru menggelar aksi di depan rumah sakit menuntut pembayaran.


BINAWIDYA (RIAUPOS.CO) - Kecewa karena tak kunjung mendapatkan kepastian terkait pembayaran proyek pembangunan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, puluhan kontaktor menyegel gedung RSD Madani yang berada di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Binawidya, Rabu (7/5).

Aktivitas di rumah sakit milik Pemko Pekanbaru tersebut sempat terganggu karena puluhan kontraktor berkumpul di pintu masuk rumah sakit.

Namun penyegelan tidak dilakukan di ruang layanan kesehatan sehingga aktivitas pasien dan keluarga pengunjung tetap bisa berjalan normal.

Pantauan Riau Pos di RSD Madani Pekanbaru, puluhan kontraktor datang dengan membawa spanduk bertuliskan penyegelan yang dipasang di sejumlah ruangan.

Di antaranya tempat parkir pegawai, ruang inap lantai 1 dan 2 . Selain itu, kontraktor juga mematikan aliran listrik di ruangan manajemen.

Dalam spanduk yang dibawa oleh para kontraktor tertulis sejumlah tuntutan.

Yaitu, pertama, meminta pertanggungjawaban Wali Kota Pekanbaru sebagai pimpinan tertinggi untuk menganggarkan dan membayarkan seluruh pekerjaan yang telah dilaksanakan di RSD Madani sejak 2022 hingga 2024.

Kedua, meminta Direktur RSD Madani yang baru, apabila telah ditunjuk, untuk segera melunasi pembayaran terhadap pekerjaan yang sudah selesai.

Ketiga, melarang pihak RSD Madani menggunakan barang dan material yang telah diserahkan oleh kontraktor selama pembayaran belum dilakukan.

Keempat, mengancam akan menduduki RSD Madani jika tidak ada respon dalam waktu yang ditentukan. Kelima, akan menarik atau membongkar barang dari pekerjaan yang telah diselesaikan apabila tidak ada kepastian pembayaran dalam batas waktu yang diberikan.

Menurut perwakilan kontraktor, Nofrizal, pihaknya memberikan ultimatum kepada Pemko Pekanbaru untuk segera melakukan pembayaran terhadap proyek pembangunan di RSD Madani Pekanbaru.

Di mana, jika dalam satu pekan ke depan pemko tidak melakukan pembayaran terhadap perbaikan infrastruktur RSD Madani yang telah diselesaikan oleh para kontraktor, maka mereka akan membongkar kembali ruangan dan alat yang ada di RSD Madani, termasuk ruang inap pasien.

”Kami tunggu sampai sepekan ini. Jika tidak ad tanggapan atau pelunasan terpaksa kami akan kosongkan ruangan, dan kami minta kosongkan pasien, kami tidak akan mengganggu pasien,” ucapnya.

Baca Juga: JCH Lansia Diingatkan Tak Memforsir Diri, Suhu di Madinah Mencapai 40 °C

Belum lama ini, sebut Nofrizal, Asisten II Setko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut pernah berjanji memfasilitasi pertemuan antara pemko dan para kontraktor. Namun sampai saat ini belum ada langkah konkret dari pemko.

”Kami tidak percaya dengan undangan rapat dan sebagainya dari pihak pemerintah, karena kemarin itu, Asisten II Pemko Pekanbaru, Ingot berjanji untuk memfasilitasi pertemuan mereka dengan kontraktor. Namun sudah 15 hari, pertemuan tersebut tak kunjung dilaksanakan,” katanya lagi.

Nofrizal menambah akibat tidak terealisasinya pembayaran terhadap pembangunan rumah sakit daerah Madani banyak rekan kontraktor yang harus gulung tikar dan bahkan ada rekanan kontraktornya sampai menjual emas dan sakit stroke lantaran pembayaran pengobatan dari uang hasil usaha mereka di RSD Madani tak kunjung diterima.

”Saya merehab tiga ruangan, untuk rawat inap juga. Kawan-kawan saya pun resah, sampai jatuh sakit, sakit karena pikiran, mereka bekerja tanpa modal, menjual emas bahkan sampai stroke ringan,” ujarnya.

Kontraktor lainnya, Aleks Satrianto menyebut penyegelan akan terus dilakukan hingga sepekan ke depan.

Apabila sepekan ke depan tidak ada respon dan kepastian pembayaran mereka akan mengancam bongkar alat dan ruangan yang ada.

”Kami menuntut untuk segera membayarkan hak kami dan kita minta Pak Wali Kota menyikapi aksi kami hari ini, dan kami menyegel ini sampai wali kota menyikapi, baru kami buka dan jika tidak, akan kami permanenkan” ujarnya.

Tak hanya itu ia menyebutkan bahwa jumlah kerugian dari para kontraktor senilai Rp54 miliar dengan jumlah hingga 100 vendor yang pembayaran tersebut tak lunas sejak tahun 2022 hingga kini.

”Untuk kerugian kita Rp54 miliar dan jumlah 100 vendor. Tadi kita mediasi dengan pihak RSD dan tanggapan dari pihak RSD dan pemerintah hanya janji-janji saja,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan RSD Madani Pekanbaru, Kepala Bidang Sumberdaya dan Informasi Rice Maulana ST mengatakan jika pihak manajemen RSD Madani Pekanbaru sempat melakukan mediasi kepada para kontraktor yang melakukan aksi demo di halaman dan melakukan penyegelan di sejumlah ruang-ruang RSD Madani Pekanbaru.

Dalam diskusi singkat bersama kontraktor tersebut pihaknya akan melakukan inventarisasi mana barang yang masih memiliki utang dan tentu ia meminta waktu lebih kepada kontraktor untuk rapat dan menyiapkan strategi pembayaran.

”Utang ini terhitung sejak tahun 2022 hingga 2024, di mana pada saat itu yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, dr Arnaldo Eka Putra. Lebih Rp53,6 miliar. Di mana sejak awal pembangunan RSD Madani Pekanbaru ini sudah salah karena banyak bagian dari bangunan yang mengalami kerusakan dan kebocoran sehingga direktur melakukan perbaikan infrastruktur dengan menggandeng pihak kontraktor tersebut,” katanya.

Pihaknya memastikan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di RSD Madani Pekanbaru tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Pasalnya bagian yang disegel oleh para kontraktor hanya bagian yang bersentuhan langsung dengan manajemen seperti ruangan management ruangan fisioterapi dan lain-lainnya.

”Untuk layanan kepada masyarakat kami pastikan berjalan normal seperti biasa Karena alhamdulillah para kontraktor tidak menyegel ruangan inap dan pelayanan kesehatan lainnya,” jelasnya.(yls)

Editor : Arif Oktafian
#rsd madani #Rsd madani pekanbaru disegel #ancam angkut barang #Tuntut Pembayaran #Kasus rsd madani pekanbaru #Kontraktor rsd madani pekanbaru #rsd madani pekanbaru #pekerja tak dibayar #Tunda bayar pemko pekanbaru #rumah sakit daerah madani #penyegelan