JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho saat ini sedang mengikuti sejumlah agenda penting di Jakarta, Surabaya dan lainnya untuk menemui Direktur PLN, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Berbagai agenda untuk pembangunan Kota Pekanbaru dibawa.
"Ya cukup melelahkan tapi tetap semangat karena segala sesuatu itu dimulai dari komunikasi yang baik. Pagi tadi kami rapat koordinasi dengan direktur operasional PLN Indonesia strategi untuk bisa lebih menekan biaya terkait lampu jalan yang menerangi Kota Pekanbaru," ujar Agung, Kamis (8/5/2025) kemarin.
Orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini menyebutkan dengan cara ini pengurangannya tentu lebih hemat karena menggunakan meteran di setiap lampu jalan.
Seperti saat ini menghitung dari berapa watt lampunya dan dihitung berapa lama dia jam hidup lampunya.
"Tapi kami tadi dorong bagaimana seluruh ke Pekanbaru itu sudah menggunakan meteran sehingga dia fair, dalam menghitung berapa penggunaan terkait dari listrik yang digunakan dan ini menyelamatkan anggaran yang awalnya sudah dianggarkan yang namanya pengadaan meteran di lampu penerangan jalan umum," ujarnya.
"Selanjutnya bahwa ke depan Pekanbaru ini TPA-nya dikelola dengan baik tempat pembuangan sampahnya. Dikelola dengan baik sehingga sampah itu sudah menghasilkan namanya gas metal, dan itu juga nanti bisa dijual kepada PLN sebagai energi bagi mereka seperti itu dan ini tadi juga udah kita komunikasikan," sambungnya.
Setelah itu Agung dari PLN selanjutnya langsung koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Misalnya juga Agung sampaikan bahwa Pekanbaru itu pernah dibantu dengan 90 unit mobil bus dari Kementerian tapi mobilnya sudah haus.
"Tapi biaya kami setiap tahun kami tetap mengeluarkan Rp33 miliar, sehingga kami sampaikan bahwa kami mengusulkan pada pak menteri kami ingin dapat bantuan kembali mobil bus kalau bisa mobil khususnya ini sudah menggunakan listrik," sebutnya.
Dengan begitu maka menurut Agung, sehingga mendukung program yang namanya green energi ini juga bagus dan Agung sampaikan Kota Pekanbaru yang maju kota yang menjadi ibukotanya provinsi yang bahkan karena tol sudah menghubungkan Sumatera ini semuanya tengah-tengahnya adalah kota Pekanbaru maka Pekanbaru bisa disebut adalah ibukotanya Sumatera.
Sehingga perlu ada pelayanan yang lebih baik dan menghindari mengurangi kemacetan tentu dengan bus yang ada sekarang yang kedua harus ada bus yang lebih baik sehingga masyarakat lebih nyaman menggunakan bus daripada menggunakan mobil sendiri juga mengurangi macet.
Setelah itu Agung juga melakukan pertemuan dengan pihak dari badan gizi nasional (BGN) ini untuk mendukung programnya Presiden Prabowo dan program ini memang sejatinya adalah program yang baik kenapa baik karena ini adalah makan gratis khusus anak-anak sekolah.
Bukan hanya yang anak-anak sekolah saja yang berdampak baik itu tapi perekonomian tunggu ya perekonomian tumbuh baik itu satu tempat itu ya satu dapur itu bisa mencakup sampai 3.500 siswa.
"Bayangkan sudah berapa kalau untuk Pekanbaru itu berapa total siswa yang ada di Pekanbaru itu baru hanya telur belum nanti ada ayamnya belum lagi nantinya tentu akan menghidupkan semua sektor ini kesempatan yang baik tadi kami sampaikan kami pemerintah kota akan menyiapkan lahan untuk membangun dapur umum nasional," katanya.
Khususnya untuk kota Pekanbaru yang anggarannya langsung dibiayai oleh APBN yaitu dari BGN sudah Agung siapkan tiga lokasi terlebih dahulu. Untuk bagaimana bisa menampung atau mendistribusikan makanan kepada 10.000 siswa.
Laporan : M Ali Nurman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal