PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi memutus kontrak PT Ella Pratama Prakasa (EPP), perusahaan pengangkut sampah Kota Pekanbaru mulai Jumat (7/6/2025). Ini dilakukan pascapekerja di perusahaan tersebut sempat melakukan mogok kerja sejak Kamis (6/6/2025) karena gajinya tak dibayar perusahaan.
Pemutusan kontrak ini juga dilakukan menyusul berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Sabtu (8/6/2025) dini hari tadi pada Riaupos.co mengatakan, keputusan ini diambil karena perusahaan dinilai tidak mampu menjalankan kewajibannya sesuai kontrak kerja.
Kondisi kebersihan kota yang semakin buruk menjadi alasan utama Pemko Pekanbaru mengambil tindakan tegas.
"Kontrak ini kan berdasarkan kinerja, dan faktanya kita lihat sendiri Pekanbaru berserak sampah di mana-mana. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Zulhelmi mengungkapkan, Pemko sudah berulang kali memberikan teguran kepada PT EPP, mulai dari surat teguran hingga peringatan, namun tidak diindahkan.
Bahkan, baru-baru ini sejumlah buruh angkut dan sopir yang bekerja di bawah perusahaan tersebut melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DLHK karena tidak menerima gaji selama tiga pekan.
"Gaji mereka seharusnya dibayarkan dua minggu sekali, tapi ini sudah tiga minggu tidak dibayar. Begitu juga dengan vendor truk dan alat berat yang belum menerima pembayaran," tambahnya.
Sementara itu, Pemko Pekanbaru melalui DLHK tidak pernah terlambat dalam pembayaran kepada pihak ketiga.
Terakhir, Pemko mencairkan dana sebesar Rp4,8 miliar untuk pembayaran bulan April, namun pembayaran untuk Mei belum dilakukan karena menunggu laporan dari PT EPP.
“Artinya kan kita sudah bayar ke PT Ella, selanjutnya mereka yang seharusnya membayar vendor-vendor mereka. Tapi kenyataannya mereka tidak jalankan,” ujar Zulhelmi.
Menghadapi kondisi ini, Pemko langsung mengambil alih pengelolaan sampah secara darurat. Seluruh Lurah, Camat, serta Kepala OPD dikerahkan untuk melakukan gotong royong di berbagai titik kota yang mengalami penumpukan sampah.
“Mulai malam ini kita lakukan pengangkatan sampah secara gotong royong. Ini langkah konkrit agar Pekanbaru bersih kembali,” tegasnya.
Ami, begitu Sekda Kota Pekanbaru ini karib disapa ikut turun langsung bergotong royong memungut sampah di Jalan Tuanku Tambusai.
Tampak pula disana, Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Plt Kadis LHK Pekanbaru Reza Aulia dan Camat Marpoyan Damai Fauzan.
Selain di sana, seluruh lurah, camat dan kepala OPD jajaran Pemko Pekanbaru juga disebar untuk bahu-membahu menangani tumpukan sampah di berbagai lokasi.
Sebagai langkah lanjutan, Pemko Pekanbaru akan menyewa kendaraan operasional baru dan melakukan rekrutmen petugas kebersihan, termasuk sopir dan kru angkut, agar pengelolaan kebersihan kota bisa segera kembali normal.
"Sehingga isu tentang kebersihan ini perlahan-lahan kita sudah bisa selesaikan," tutupnya.
PT EPP terpilih menjadi pemenang lelang jasa angkutan sampah Kota Pekanbaru mulai 1 Januari 2025 hingga 2 Juli 2025.
Perusahaan ini berkewajiban mengangkut sampah berdasarkan pembagian zona kawasan.
Yakni kawasan 1 terdiri dari Kecamatan Tuah Madani, Binawidya, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Senapelan, dan Sukajadi.
Kemudian kawasan 2 meliputi Kecamatan Sail, Limapuluh, Pekanbaru Kota, Bukit Raya, Tenayan Raya, dan Kulim.
Sementara untuk kawasan 3 meliputi Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat dan Rumbai Timur. Untuk kawasan 1 nilai kontraknya sebesar Rp16,8 miliar. Lalu kawasan 2 Rp11,8 miliar dan kawasan 3 Rp4,7 miliar.
Sesuai dengan kontrak tersebut, PT EPP akan mengangkut sampah Kota Pekanbaru dari sumber hingga ke TPA.(ali)
Editor : Edwar Yaman