PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pascapemutusan kontrak kerja sama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan pihak ketiga pengangkutan sampah, Lembaga Pemungut Sampah (LPS) yang ada di tingkat kelurahan dioptimalkan.
Targetnya, sampah yang menumpuk di sejumlah titik bisa disterilkan. Namun masih ada kendala dengan keterbatasan armada.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pemko mendorong LPS yang ada di 83 kelurahan supaya bisa mulai melakukan pengangkutan sampah.
”Kemarin malam kami sudah rapat bersama LPS di seluruh kelurahan, supaya sudah mulai aktif. Kemarin sudah 33 LPS yang bergerak, kita minta semua bergerak,” ujar Markarius Anwar, Rabu (11/6).
Ia katakan, LPS yang telah dibentuk di 83 kelurahan sudah bisa bergerak, untuk mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat dan dibuang ke trans depo atau tempat pembuangan sementara.
Markarius menambahkan, bagi angkutan mandiri yang masih membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di pinggir jalan bakal ditindak oleh tim Gakkum.
”Kalau masih ada yang buang sampah di jalan, oknum angkutan mandiri yang buang itu akan kita tangkap. Karena kita dengan LPS sudah sepakat titik pengantarannya sudah kita tentukan, tidak lagi buang di pinggir jalan,” tegas Markarius.
Ditambahkannya, angkutan LPS bisa membuang sampah ke trans depo Pasar Cik Puan, Dekranasda Jalan Arifin Ahmad, dan trans depo Jalan Air Hitam.
”Kalau ada yang membuang sampah di luar tempat itu, di luar LPS, itu akan kita proses secara hukum,” jelasnya.
LPS di 83 kelurahan sudah mulai berjalan melakukan pengangkutan sampah. Kemudian armada dari DLHK juga sudah melakukan pengangkutan timbunan sampah dari TPS ke TPA Muara Fajar.
Terpisah, Camat Senapelan, Wira Setiadi menyebutkan keberadaan LPS sangat signifikan untuk penanganan persoalan
tumpukan sampah seperti saat sekarang ini. ”Sudah berjalan LPS sampai di tiga kelurahan, tiga kelurahan lagi akan dioptimalkan. Sampah sementara diangkut dan dibawa ke trans depo,” katanya, Selasa (10/6).
Saat ini, untuk mengoptimalkan pengangkutan sampah, dia katakan LPS masih memerlukan armada. Sebab armada yang ada masih terbatas. ”Kendala, armada LPS hanya ada L300 dan colt diesel dan truk besar satu,” tambahnya.
Menanggapi kekurangan armada pada LPS ini, anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz menyarankan LPS untuk merangkul pengangkut sampah mandiri. Apalagi, keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini belum terlihat stabil. Maka berbagai opsi harus diambil guna memuliskan transisi pengelolaan sampah Pekanbaru dari swasta ke swakelola.
”Ini juga harus menjadi perhatian DLHK, LPS kita ini kan belum siap nih, ada satu LPS itu cuma punya mobil pick up 1 sampai 2 unit. Pertanyaan saya, apakah satu mobil pick up itu mampu mengangkut sampah di satu kelurahan?” ujar Zulfan, kemarin.
Soal kekurangan armada angkut ini, menurut Zulfan, juga diadukan beberapa kelurahan saat kegiatan reses DPRD Kota Pekanbaru lalu. Hingga kini, kata dia, belum ada perkembangan terhadap kekurangan tersebut.
Maka, lanjut Zulfan, LPS di setiap kelurahan perlu melibatkan pihak angkutan mandiri dalam menuntaskan masalah ini. Langkah ini harus diambil sebagai solusi jangka pendek menjelang ada solusi dari DLHK.
”LPS jangan egois juga, mereka harus merangkul para pengangkut mandiri yang selama ini sudah berjalan di tempat mereka sekarang, mereka punya pengalaman. Saya yakin dengan kolaborasi, masalah sampah ini akan selesai,” ujarnya.
Zulfan juga mengingatkan bahwa sistem swakelola yang kini akan diterapkan merupakan sistem baru. Maka ia meminta DLHK Kota Pekanbaru untuk dapat mengevaluasi LPS yang telah terbentuk di masing-masing kelurahan agar pengangkutan sampah semakin matang.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru untuk benar-benar mempersiap pengelolaan di masa transisi pasca-pemutusan kontrak. Persiapan harus benar-benar matang agar swakelola tidak gagap begitu diserahkan secara penuh nantinya.
”DLHK harus bergerak cepat. Skema pengelolaan sampah yang terukur sangat dibutuhkan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama. Jangan sampai transisi ini berdampak pada kesehatan serta kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Tidak kalah penting, tambah Isa, dukungan dari masyarakat. Ia berharap masyarakat ikut serta dalam upaya penanganan sampah melalui kegiatan gotong-royong.(ilo/end/yls)
Editor : Bayu Saputra