Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

10 Ribu Orang Hadiri Penabalan Gelar Adat Datuk Bandar Setia Amanah dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah

M Ali Nurman • Sabtu, 21 Juni 2025 | 10:26 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri dan Wawako Pekanbaru Markarius Anwar didampingi sang istri Sari Rahmawati diantar iring-iringan 10 ribuan masyarakat berjalan kaki.
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri dan Wawako Pekanbaru Markarius Anwar didampingi sang istri Sari Rahmawati diantar iring-iringan 10 ribuan masyarakat berjalan kaki.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dihadiri 10 ribuan orang masyarakat, Jumat (20/6) kemarin menjadi momen penuh khidmat sekaligus bersejarah bagi Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM dan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST M Arch. Keduanya resmi ditabalkan gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru.

Prosesi adat yang berlangsung di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru itu menjadi simbol kepercayaan besar masyarakat adat terhadap kepemimpinan keduanya. Gelar Datuk Bandar Setia Amanah dianugerahkan kepada Wako Agung Nugroho, sementara Datuk Muda Bandar Setia Amanah diberikan kepada Wawako Markarius Anwar.

Sebelum prosesi penabalan gelar adat, Wako dan Wawako Pekanbaru berjalan kaki dari kediaman dinas Walikota Pekanbaru Jalan Ahmad Yani menuju Balai Adat LAMR Pekanbaru Jalan Senapelan. Terlihat dalam rangkaian penampilan tradisi khas Melayu seperti silat, tukar tepak hingga lempar beras kunyit. Tak kurang dari 10 ribu orang hadir dalam penabalan itu. Ini menjadi salah satu prosesi adat Melayu terbesar yang pernah dilaksanakan di Kota Pekanbaru.

Prosesi ini diawali dengan pembacaan warkah penabalan gelar adat. Kemudian tepuk tepung tawar dilakukan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, diikuti Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid.

Para tamu kehormatan yang hadir seperti Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, mantan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau maupun Kota Pekanbaru serta para tokoh masyarakat juga ikut melakukan tepuk tepung tawar.

Penabalan gelar adat bagi Wako Pekanbaru dan Wawako Pekanbaru ini sendiri hanya berjarak tiga hari dari peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 241 yang jatuh pada Senin (23/6/2025). Usai menjalani penabalan, Wako Agung Nugroho langsung menandatangani surat keputusan penggratisan parkir di seluruh rumah sakit di Pekanbaru selama tujuh hari dari tanggal 21 hingga 27 Juni 2025. Bersamaan, ditandatangani pula surat keputusan penggratisan parkir di pasar rakyat selama tiga hari mulai 21 hingga 23 Juni 2025. Ini melengkapi surat keputusan penggratisan parkir di 16 mal dan pusat perbelanjaan di Pekanbaru selama tiga hari sejak 21 hingga 23 Juni yang sudah ditetapkan sebelumnya.

 Baca Juga: Liverpool Menangkan Perburuan Bintang Jerman, Florian Wirtz: Saya Menantikan Pertandingan Pertama Saya

Dalam sambutannya, Datuk Bandar Setia Amanah Agung Nugroho menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas gelar adat yang diterima. Namun ia menegaskan, gelar ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah berat yang harus dijalankan dengan ketulusan dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

"Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Setelah proses panjang mulai dari penilaian hingga peminangan, hari ini prosesi penabalan telah dilaksanakan. Sebuah gelar yang berat bagi kami. Secara usia, kami tergolong muda, belum cukup asam garam dalam kepemimpinan. Oleh karenanya, kami memohon bimbingan," ucap Agung dengan nada haru.

Baginya gelar Datuk Bandar Setia Amanah bukanlah untuk berbangga diri.

"Bagi kami ini bukan sekadar penghargaan untuk berbangga diri. Sebaliknya, ini adalah amanah yang diletakkan di pundak kami. Amanah dari masyarakat, dari adat, dan dari sejarah yang harus kami jaga dan pertanggungjawabkan," tegasnya.

 Baca Juga: Dunia Pendidikan Tercoreng, Jelang Memasuki Tahun Pelajaran 2025 -2026 Sudah Dua Oknum Guru Diduga Cabuli Murid

Lebih lanjut, Agung berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, menjaga harmonisasi, serta menjalankan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan rakyat.

“Kami akan berupaya menjadi pemimpin seperti yang diajarkan dalam tunjuk ajar Melayu orang yang didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, diangkat menurut patutnya, dan dikukuhkan menurut layaknya,” tuturnya.

Agung Nugroho menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tokoh adat, para datuk, tetua, dan masyarakat Kota Pekanbaru atas kepercayaan yang diberikan. Ia juga memohon bimbingan agar dapat menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

 Baca Juga: Gubri Abdul Wahid Lantik M Job Kuniawan sebagai Pj Sekdaprov Riau

"Banyak pemimpin sebelumnya telah menorehkan sejarah dan menunaikan amanahnya. Kini giliran kami. Kota Pekanbaru yang kita cintai ini memiliki tantangan yang besar, tetapi juga harapan yang jauh lebih besar," ujarnya.

Dalam pidatonya, Agung Nugroho menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjadikan nilai-nilai budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan kota. Visi yang diusungnya adalah menjadikan Pekanbaru sebagai kota berbudaya, maju, dan sejahtera, dengan nilai Melayu sebagai jati diri utama.

"Kemajuan yang kita bangun tidak boleh tercabut dari akar. Maka nilai-nilai Melayu yang berakar kuat dari ajaran Islam akan menjadi semangat utama pembangunan Kota Pekanbaru," tegasnya.

 Baca Juga: Daya Tampung 720 Peserta, SMKN 1 Pangkalankerinci Mulai Buka SMPB Sabtu Besok

Sebagai bagian dari program prioritas, Pemko Pekanbaru telah meluncurkan Pekanbaru Cinta Alquran yang dilaksanakan di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama. Dalam program ini, para pelajar diwajibkan membaca Al-Qur’an selama satu hingga dua jam sebelum memulai pelajaran.

"Kami ingin membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan sejak dini," ucapnya.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga rutin menggelar Festival Budaya Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi setiap akhir pekan. Hal ini sebagai upaya untuk melestarikan dan mewariskan budaya kepada generasi penerus. Bahkan, Pemko Pekanbaru merencanakan integrasi pendidikan budaya Melayu ke dalam kurikulum sekolah.

 

Agung Nugroho juga menyinggung kondisi Pekanbaru yang kini semakin berkembang pesat akibat gelombang urbanisasi. Keberagaman etnis dan budaya di kota ini menjadi kekuatan yang harus dijaga.

"Meski berbeda-beda, kita masih bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Ini modal utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi publik dalam pembangunan. Pemko Pekanbaru tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan demi kemajuan Pekanbaru.

"Mari kita bangun Pekanbaru dengan semangat Melayu yang berkemajuan. Takkan hilang Melayu di bumi, takkan hilang Melayu di Pekanbaru," pungkasnya.

Ketua Umum MKA LAMR Pekanbaru, Datuk Seri Rizki Bagus Oka, dalam prosesi penabalan menyampaikan bahwa pemberian gelar adat ini telah melalui proses musyawarah adat secara mendalam, dengan pertimbangan menyeluruh terhadap kepatutan, kepribadian, serta rekam jejak kepemimpinan Agung dan Markarius.

“Dengan rahmat Allah SWT, hari ini, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru dengan takzim dan ikhlas mengukuhkan gelar Datuk Bandar Setia Amanah kepada Bapak Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah kepada Bapak Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Gelar ini telah dimusyawarahkan, ditilik menurut alur dan patutnya,” ujarnya.(ali/ilo)

Editor : Edwar Yaman
#wawako pekanbaru #penabalan gelar adat #markarius anwar #wali kota pekanbaru #Datuk Bandar Setia Amanah #Datuk Muda Bandar Setia Amanah #agung nugroho #lamr pekanbaru