Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rentak Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi, Ketika Budaya Menghidupkan Malam Pekanbaru

Joko Susilo • Senin, 7 Juli 2025 | 17:45 WIB
Suasana rebana mengalun pelan, disusul tepuk tangan ratusan penonton yang memadati halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Sabtu (5/7/2025) malam, dalam Festival Kreatif Budaya Melayu.
Suasana rebana mengalun pelan, disusul tepuk tangan ratusan penonton yang memadati halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Sabtu (5/7/2025) malam, dalam Festival Kreatif Budaya Melayu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana rebana mengalun pelan, disusul tepuk tangan ratusan penonton yang memadati halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Sabtu (5/7/2025) malam.

Malam itu, Pekanbaru tidak hanya bersinar oleh lampu kota, tetapi juga oleh semangat melestarikan budaya dalam Festival Kreatif Budaya Melayu bertema "Rentak Melayu Pekanbaru".

Gemerincing irama, tarian tradisional, dan nyanyian khas Melayu menjadi sajian utama yang menghidupkan suasana. Di tengah keramaian, hadir sosok-sosok penting yang memberi makna lebih pada acara tersebut.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar yang secara resmi membuka kegiatan, didampingi sang istri, Sari Rahmawati, tak ketinggalan, Pj Sekdako Zulhelmi Arifin bersama istri, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wawako Markarius menyampaikan harapan besar agar festival ini menjadi agenda tetap yang dinanti masyarakat setiap pekannya.

"Kita ingin ini jadi iven yang ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh warga Pekanbaru tapi juga tamu dari luar daerah," tuturnya dengan penuh semangat.

Festival ini, menurut Markarius, sejalan dengan visi Pemko Pekanbaru bersama Wali Kota Agung Nugroho, yakni menciptakan kota yang burbudaya, maju dan sejahtera.

Ia menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Melayu sebagai jati diri Kota Bertuah, dan Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai pusat denyutnya.

Tak hanya berhenti pada simbolik, Markarius mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar lebih inklusif menggandeng seniman lokal hingga melibatkan sekolah-sekolah.

"Bayangkan kalau setiap Sabtu malam kita tampilkan pelajar dari berbagai sekolah. Kegiatan tak akan pernah kehabisan semangat," ucapnya sembari tersenyum.

Malam itu ditutup dengan penampilan sederhana namun penuh makna. Di luar dugaan, Markarius dan Sekdako Zulhelmi menyumbangkan suara lewat lagu "Lemak Manis".

Tawa dan tepuk tangan pun pecah, menandai bahwa budaya tak hanya untuk ditonton, tapi juga untuk dirayakan bersama. (ilo)

Editor : M. Erizal
#Festival Kreatif Budaya Melayu #Wawako Pekanbaru Makarius Anwar #rumah singgah tuan kadi