PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di balik gemerlap lampu kota dan hiruk-pikuk kendaraan yang melintas di Jalan Sudirman, ada sebuah perjuangan yang tidak kasat mata namun berdampak besar bagi masa depan Kota Pekanbaru.
Perjuangan itu datang dari sosok pemimpin muda yang tengah mengabdikan waktunya untuk menjadikan kota ini lebih baik, lebih terarah, dan lebih manusiawi. Dia adalah Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho.
Tak banyak yang tahu, bahwa untuk membawa dana pembangunan dari pemerintah pusat ke daerah bukan perkara mudah. Dibutuhkan pemahaman menyeluruh, strategi yang matang, dan tentu saja kerja keras tanpa henti. Hal itu disampaikan langsung oleh Agung Nugroho dalam satu kesempatan.
"Tidak ada anggaran yang turun itu tiba-tiba," tegasnya.
"Uang rakyat, baik APBD maupun APBN, harus masuk dalam perencanaan dan untuk anggaran pusat, tentu harus menjadi bagian dari keputusan Presiden," sambungnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa proses penganggaran bukanlah soal instan, melainkan sebuah mata rantai panjang antara kebutuhan daerah dan keputusan di tingkat nasional. Namun, kabar baiknya, jerih payah itu tidak sia-sia.
Dengan nada penuh syukur, Agung menyampaikan bahwa beberapa program strategis Kota Pekanbaru kini telah resmi masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2025, tentang rancangan kerja tahun 2026. Sebuah lompatan penting dalam sejarah pembangunan kota.
"Alhamdulillah yang kita perjuangkan ini sudah masuk dalam Perpres," sebutnya.
Di antara program yang akan segera digarap melalui anggaran pusat tersebut adalah pembangunan sistem angkutan umum massal yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kemacetan dan keterbatasan akses transportasi publik.
Kemudian, ada juga peningkatan pengendalian banjir, sebuah isu tahunan yang sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama saat musim hujan tiba.
Tak hanya itu, kawasan pariwisata Sungai Siak, Kota Lama yang memiliki nilai sejarah tinggi juga akan mendapatkan sentuhan baru.
Dua kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon wisata dan budaya yang tidak hanya memperkaya nilai kota, tetapi juga mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif masyarakat.
"Kalau sudah masuk di keputusan Presiden, tentu sudah ada anggarannya. Ini luar biasa," ujar Agung dengan mata yang berbinar.
Sebagai pemimpin muda yang dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif menjalin komunikasi dengan berbagai lapisan, Agung percaya bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Tetapi tentang bagaimana menghadirkan harapan baru bagi warga harapan akan kota yang nyaman, bersih, tertata, dan berdaya saing.
Langkah-langkah Agung sejauh ini memang luar biasa. Siapa sangka, di balik meja kerja dan ruang rapat, ia terus memperjuangkan anggaran pusat demi mewujudkan mimpi besar.
Masyarakat kini hanya tinggal menunggu realisasi dari keputusan besar ini. Namun satu hal yang pasti perjuangan tak pernah mengkhianati hasil, dan kerja keras yang dilandasi niat tulus akan selalu menemukan jalannya.(ilo)
Editor : Edwar Yaman