PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Peningkatan kualitas pembangunan di Kota Pekanbaru terus digalakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pekanbaru di semua lini, termasuk juga lewat para ibu-ibu di setiap kelurahan dan kecamatan, Selasa (22/7/2025).
Melalui wirid bulanan Forcintaku (Forum Ibu-Ibu Pengajian Cinta Pekanbaru) di Masjid Ikhlas Beramal,Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pekanbaru, Mega Indah Novelia Zulhelmi, dan Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Niar Erawati, menekankan pentingnya peran ibu-ibu pengajian dalam pembangunan kota.
Apalagi, kontribusi ibu-ibu Forcintaku dan ibu-ibu pengajian di setiap kelurahan serta kecamatan pastinya luar biasa sehingga pihaknya sangat mengharapkan para ibu-ibu di Kota Pekanbaru bisa berkolaborasi bersama pemerintah dalam membangun kota Pekanbaru kedepannya.
"Kami percaya dukungan dan kolaborasi antara ibu-ibu dengan pemerintah dapat terus bersinergi, agar kegiatan positif seperti ini dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat,”ucapnya
Sulastri juga berharap kegiatan wirid bulanan ini diharapkan dapat terselenggara di seluruh 15 kecamatan di Kota Pekanbaru, sehingga dapat menjadi wadah silaturahmi dan syiar Islam bagi ibu-ibu pengajian dan majelis taklim se-Kota Pekanbaru.
"Alhamdulillah ya, hari ini kita ada wirid bulanan dan semoga wirid ini kita harapkan semuanya berlangsung di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru yang ditaja oleh Forcintaku," katanya.
Sulastri juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Camat Marpoyan Damai, yang turut berkontribusi dalam menyemarakkan syiar Islam di Pekanbaru.
Kegiatan hari ini didukung oleh bapak Camat juga, ibu Camat, semua membantu berkontribusi, semua bersatu padu bagaimana bisa syiar Islam ini semarak di Kota Pekanbaru," tambahnya.
Ia juga mengajak untuk masyarakat Pekanbaru yang belum bergabung, untuk turut serta dalam kegiatan ini.
“Jadi semua ibu-ibu pengajian, ibu-ibu majelis taklim, mari bergabung di masjid masjid, Insya Allah semoga ini bisa disyiarkan,” tegasnya.
Editor : M. Erizal