Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disdik Pekanbaru Jaring Anak Putus Sekolah, Jalankan Kebijakan Wako Agung Nugroho

Joko Susilo • Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:03 WIB
Murid SD diajarkan baris berbaris saat akan masuk kelas
Murid SD diajarkan baris berbaris saat akan masuk kelas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Ada anak di Pekanbaru belum pernah mengenal sekolah. Padahal umurnya sudah lewat delapan tahun.

"Anak saya tidak diterima di SD, karena umur sudah delapan tahun lebih. Saya disarankan agar mendaftar di sekolah swasta. Namun saya tak punya biaya. Hingga saat ini anak belum sekolah," ungkap salah satu orang tua di Pekanbaru.

Kisah ini sampai ke telinga pejabat di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Respon cepat pun datang. Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru bergerak untuk menelusuri langsung keberadaan dan kondisi anak tersebut.

"Berkaitan dengan persoalan anak ini, pasti kami segera meninjau dulu. Artinya Pemko komit untuk membantu anak putus sekolah," kata Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal, Selasa (12/8/2025).

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, yang menegaskan tidak boleh ada satupun anak di Kota Bertuah yang luput dari pendidikan.

Bahkan, penjaringan besar-besaran telah dilakukan dan hampir 1.500 anak putus sekolah berhasil terdata. Mereka nantinya akan kembali mengenyam pendidikan, ada yang dimasukkan ke SD atau SMP, ada pula yang akan mengikuti program paket A dan B. Semua biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Cerita tentang satu anak yang belum pernah merasakan sekolah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan data, ada wajah-wajah kecil yang membutuhkan uluran tangan. Dan di Pekanbaru, setidaknya ada komitmen kuat untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar.

Editor : Rinaldi
#disdik pekanbaru #wako pekanbaru #anak putus sekolah