PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana Tenayan Raya, Jumat (8/8/2025), menjadi saksi momen istimewa ketika Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho secara khusus mengundang Aleksandro Alvino, siswa kelas XII SMK Metta Maitreya Pekanbaru, yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wako Agung memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan hadiah sebesar Rp20 juta kepada Aleksandro atas prestasinya yang berhasil menemukan kerentanan (vulnerability) pada sistem Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
“Hari ini saya sengaja mengundang anak yang berprestasi di Pekanbaru dan bahkan di tingkat internasional. Namanya Aleksandro, dari SMK Metta Maitreya. Ia berhasil menjebol sistem NASA dan sudah mendapat sertifikat serta dihubungi NASA untuk memperkuat cyber security mereka. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Agung.
Agung mengungkapkan bahwa kemampuan Aleksandro tidak hanya berhenti pada penemuan celah di sistem NASA. Remaja ini juga mampu memberikan masukan terhadap sistem kependudukan yang digunakan oleh Disdukcapil, seperti KTP dan KK.
“Alek sudah menyampaikan kepada kita bahwa sistem kependudukan ini bisa dijebol. Dia memberi masukan yang sangat bermanfaat. Tentu ilmunya sangat berharga, tapi juga bisa berbahaya bila disalahgunakan. Karena itu kami meminta guru dan orang tua selalu mendampingi agar kemampuannya dipakai untuk hal positif,” lanjutnya.
Agung menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru akan terus mendukung dan memberikan ruang bagi Aleksandro agar berkontribusi di bidang keamanan siber.
“Kami memberikan apresiasi dan hadiah Rp20 juta agar Alek termotivasi terus menggunakan ilmunya untuk kebaikan, termasuk memperbaiki sistem di Pemko Pekanbaru. Bahkan kami akan sampaikan ke pemerintah pusat terkait masukan dari Alek. Harapan saya, ke depan Alek bisa berkontribusi aktif menjaga keamanan siber di Indonesia,” tegas Wako.
Dalam kesempatan tersebut, Aleksandro menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dan apresiasi dari Wako Agung.
“Terima kasih banyak pada Pak Wali Kota. Ini apresiasi pertama yang saya dapatkan dari pemerintah, dan langsung diundang ke kantor Wali Kota. Rasanya luar biasa,” kata Aleksandro.
Ia bercerita, ketertarikannya pada dunia keamanan siber berawal dari belajar coding sederhana menggunakan bahasa markup. Setelah mendengar perkembangan teknologi AI yang bisa menggantikan programmer, ia memilih fokus pada bidang cyber security.
Hanya dalam waktu empat bulan belajar, ia sudah berhasil meraih puluhan sertifikat dari lembaga pemerintah dan lembaga internasional.
“Saya sudah dapat sekitar 60 sertifikat. Awalnya belajar coding, tapi kemudian saya pindah ke cyber security. Saya mencoba sampai bisa masuk ke sistem administrator NASA. Saya menemukan data sensitif yang tidak dipublikasikan, dan NASA memberikan Letter of Appreciation. Itu lebih tinggi dari sekadar sertifikat,” jelasnya.
Selain NASA, Aleksandro juga dikenal aktif menantang dirinya dengan meneliti sistem keamanan di berbagai institusi besar dunia, termasuk Google, Apple, hingga Tiktok. Ia menuturkan bahwa semua pencapaian ini berawal dari rasa penasaran yang besar, bimbingan dari sepupu, serta dorongan dari komunitas programmer tempat ia bergabung.
“Saya terlalu nyaman di sistem pemerintahan, lalu saya coba tantangan di luar. NASA kan pemerintah Amerika, saya coba di sana. Ke depan saya ingin tantang diri lagi, mungkin ke Google atau Apple,” tambahnya.
Prestasi Aleksandro mendapatkan apresiasi luas, baik dari pihak sekolah maupun masyarakat. Kepala Sekolah SMK Metta Maitreya, Meiga Ervianti, menyatakan pihaknya bangga atas pencapaian siswanya.
“Meskipun prestasinya bukan dalam bidang akademik formal, kami akan terus membimbing Aleksandro. Bahkan kami memberikan cinderamata sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi siswa lain agar bisa mencontoh semangatnya,” ujar Meiga.
Sejauh ini, Aleksandro menjadi remaja kedua asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan langsung dari NASA, setelah sebelumnya Putraji berhasil menemukan celah RCE (Remote Code Execution).
Temuan ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang keamanan siber bila diberi ruang dan bimbingan yang tepat.
“Cita-cita saya ingin menjadi programmer andal, dan melanjutkan pendidikan di Binus University, seperti sepupu saya yang menjadi inspirasi. Saya ingin terus belajar dan berkontribusi di dunia keamanan siber,” tutup Aleksandro.
Laporan : M Ali Nurman
Editor : M. Erizal