Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wako Agung Tegaskan ASN dan Pejabat Pemko Pekanbaru Dilarang Flexing, Harus Tunjukkan Empati pada Masyarakat

M Ali Nurman • Selasa, 9 September 2025 | 11:55 WIB
AGUNG NUGROHO
AGUNG NUGROHO

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak boleh menunjukkan gaya hidup mewah atau melakukan flexing.

Ia mengingatkan bahwa pejabat pemerintah harus menjadi teladan di tengah masyarakat, bukan justru memperlihatkan gaya hidup berlebihan yang berpotensi melukai rasa keadilan publik.

“Saya minta seluruh ASN dan pejabat di Pemko Pekanbaru jangan ada yang flexing, jangan pamer kemewahan. Kita ini pelayan masyarakat, bukan untuk mempertontonkan gaya hidup. Saya ingatkan, tugas kita memberi teladan dengan hidup sederhana dan punya empati terhadap kondisi masyarakat,” tegas Agung, Selasa (9/9/2025).

Menurut Agung, kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini menuntut pejabat publik untuk lebih peka dan berhati-hati dalam bersikap. Masih banyak warga yang berjuang keluar dari kemiskinan, berhadapan dengan harga kebutuhan pokok yang naik, dan menghadapi tantangan ekonomi.

Dalam situasi demikian, sikap pejabat yang mempertontonkan kemewahan dinilainya hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat.

“Saya ingin agar setiap pejabat di Pemko bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Jangan ada jarak, jangan ada sikap arogan. Justru kita harus hadir di tengah-tengah mereka, memahami kesulitan mereka, dan berusaha mencari solusi,” tambahnya.

Penegasan ini juga sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang disampaikan pada para kepala daerah. Mendagri menyoroti beberapa hal penting, mulai dari kondisi keamanan dan kondusifitas pascademo, pengendalian inflasi, hingga gaya hidup pejabat publik.

Mendagri mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menyelenggarakan kegiatan seremonial berlebihan, apalagi yang bernuansa hedonis maupun arogan, karena akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.

Agung menilai pesan itu penting untuk kembali ditekankan di lingkungan Pemko Pekanbaru. Ia menyebut pemerintah kota sudah sejak awal berkomitmen menjalankan prinsip efisiensi dan menekan gaya hidup berlebihan.

“Saat ulang tahun Pekanbaru kemarin, kami tidak membuat perayaan besar-besaran yang menghabiskan anggaran. Kami hanya mengundang ustadz untuk mengisi tausiah. Itu bukti bahwa kami konsisten untuk tetap sederhana, sekaligus menjaga agar seluruh elemen masyarakat bisa merasa dilibatkan tanpa ada sekat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Agung menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan setiap program dan kegiatan Pemko Pekanbaru mengedepankan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas atau seremoni. Ia juga menekankan agar seluruh ASN dan pejabat memegang teguh prinsip pelayanan publik yang rendah hati.

“Kita harus hadir dengan kerja nyata, dengan program yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Itu lebih penting daripada seremonial atau pencitraan yang tidak membawa dampak,” ujarnya.

Agung memastikan, Pemko Pekanbaru akan konsisten melaksanakan arahan Mendagri. Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban daerah, mengendalikan inflasi, hingga memberikan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita ingin pemerintah kota hadir bukan dengan kemewahan, tapi dengan kerja dan pelayanan yang tulus,” tutupnya.

Laporan: M Ali Nurman

Editor : M. Erizal
#Wako pekanbaru agung nugroho #pekanbaru #gaya hidup mewah #flexing