Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Musim Hujan dan Potensi Banjir di Pekanbaru, Wako Agung: Masterplan Drainase Harus Diperbarui

M Ali Nurman • Senin, 15 September 2025 | 18:10 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki musim hujan, ancaman banjir kembali menjadi perhatian serius di Kota Pekanbaru.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM menegaskan, bahwa pemerintah kota kini tengah memfokuskan langkah antisipasi dengan pembaruan masterplan drainase yang dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Agung mengungkapkan, persoalan banjir di Pekanbaru bukanlah hal baru. Ia mengingatkan, sejak masih menjabat sebagai anggota DPRD Riau, sudah ada pembahasan mengenai masterplan drainase kota. Namun, implementasinya terkendala masalah anggaran.

“Dulu sudah ada masterplan drainase dan banjir untuk Pekanbaru, tapi masalahnya tidak ada anggaran untuk mengeksekusi. Karena itu saya sampaikan, harus ada keputusan wali kota untuk menuntaskan masalah banjir ini dengan penganggaran maksimal,” tegas Agung, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, target awal penyelesaian banjir dalam satu tahun kepemimpinannya harus mengalami penyesuaian. Hal ini karena ketika dirinya resmi menjabat pada Maret lalu, kondisi lapangan menunjukkan bahwa masterplan lama sudah tidak bisa digunakan.

“Masterplan drainase itu harus diperbarui. Kenapa? Karena hampir 90 persen drainase di kota ini tersumbat. Buktinya, setiap hujan pasti ada genangan, dan saat kering pun air masih tertahan,” jelasnya.

Beberapa titik banjir telah ditangani, seperti di depan Pasar Buah Sudirman yang dulunya selalu tergenang. Kini, meski hujan deras masih menimbulkan banjir, air lebih cepat surut. Pemko juga telah menurunkan alat berat untuk percepatan penanganan di lokasi-lokasi rawan.

Agung menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak masyarakat ikut terlibat melalui gerakan gotong royong menjaga kebersihan dan kelancaran drainase.

“Pemerintah akan menyiapkan alat berat bila dibutuhkan, sementara masyarakat bisa berperan menjaga dan membersihkan drainase. Kalau ada pergantian box culvert dan infrastruktur lain, itu tentu menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.

Hingga kini, Pemko Pekanbaru sudah menangani lebih dari 1.000 titik rawan banjir di berbagai kawasan. "Langkah-langkah penanganan ini akan terus berjalan seiring pembaruan masterplan drainase, sehingga solusi jangka panjang bisa diwujudkan," tutupnya.

Laporan: M Ali Nurman

Editor : M. Erizal
#masterplan drainase #banjir pekanbaru #Wako pekanbaru agung nugroho #antisipasi banjir