PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebagai bentuk protes karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga menanam beberapa pohon pisang di Jalan Panglima, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (16/9). Pemko Pekanbaru pun berjanji akan melakukan perbaikan jalan dengan sistem overlay tahun ini juga.
Pantauan Riau Pos, Selasa (16/9) pagi, sejak pukul 09.00 WIB, puluhan warga yang terdiri dari kaum ibu dan sejumlah laki-laki mengangkat pohon pisang ke badan Jalan Panglima.Mereka lantas menanam pohon pisang tersebut ke dalam kubangan air yang menutupi ruas jalan alternatif itu.
Ada lima pohon pisang berukuran 1,5 hingga 2 meter yang ditanam masyarakat di badan jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Lili Ujung ke Jalan Soekarno Hatta itu.
Sementara itu, warga lainnya memasang pembatas jalan dengan menggunakan kayu panjang yang dibentangkan di tengah jalan menggunakan kursi kayu panjang di kedua sisinya. Akibatnya, hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintasi jalan itu. Sementara pengendara mobil harus memutar arah atau mencari jalan alternatif lain seperti ke Jalan Angkasa menuju Jalan Riau atau Jalan Tamtama menuju Jalan Jenderal dan keluar ke Jalan Soekarno Hatta.
Nenong Tanjung, Ketua RT setempat mengatakan, penanaman pohon pisang ini dilakukan warga yang merasa tidak pernah diperhatikan oleh Pemko Pekanbaru. ”Kerusakan ruas jalan ini adalah sekitar 1 kilometer lebih dari Jalan Lili Ujung menuju Jalan Soekarno-Hatta,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat hujan turun, ruas Jalan Panglima dan juga permukiman warga di sekitarnya tergenang air setinggi betis orang dewasa. Dan ruas jalan menjadi cepat rusak parah dengan lubang yang cukup dalam.
”Sering terjadi kecelakaan, kendaraan jatuh di sini. Terutama kaum perempuan yang berkendara sepeda motor. Kasihan warga di sini. Makanya sekarang ini masyarakat melakukan protes karena baik di musrenbang maupun rapat kepada pemerintah setempat tidak ada jawaban yang pasti kapan jalan kami ini diperbaiki. Terakhir saya tanyakan lagi, tidak ada anggaran jadi mau bagaimana lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam program perbaikan 2025 dan akan segera dikerjakan.
”Sesuai arahan Pak Wali Kota Agung Nugroho, tim PUPR sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi Jalan Lili Ujung atau Jalan Panglima. Jalan ini memang menjadi prioritas, dan pengerjaan overlay dilakukan tahun ini,” tegas Edward Rinansyah, Senin (15/9).
Edu, begitu Kadis PUPR Pekanbaru ini karib disapa menepis kabar yang sempat beredar di tengah masyarakat, bahwa perbaikan jalan tersebut batal atau baru akan direalisasikan pada tahun 2027. Menurutnya, informasi itu tidak benar.
”Tadi sudah kita sampaikan langsung ke RT setempat, pengerjaan jalan ini tidak ditunda hingga 2027. Pekerjaan jalan tetap dijadwalkan tahun ini,” ungkapnya.
Saat ini, jelas Edu, perbaikan Jalan Lili Ujung sudah masuk dalam tahap lelang. Nilai kegiatan yang dialokasikan mencapai Rp3,4 miliar, mencakup pekerjaan untuk Jalan Lili 1 dan Lili 2. Di lokasi pun penanganan sementara juga sudah dilakukan oleh Dinas PUPR Pekanbaru.
”Panjang jalan yang diperbaiki akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, sehingga pengerjaan bisa lebih tepat sasaran,” tambahnya.(ayi/ilo/ali/yls)
Editor : Arif Oktafian