Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bersama Atasi Banjir dan Kemacetan, Pemko dan Pemprov Riau Tata Wajah Pekanbaru

Joko Susilo • Rabu, 17 September 2025 | 14:15 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai rapat dengan Pemprov Riau dan pihak terrkait lainnya di Kantor Wali Kota Tenayan Raya, Rabu (17/9/2025).
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai rapat dengan Pemprov Riau dan pihak terrkait lainnya di Kantor Wali Kota Tenayan Raya, Rabu (17/9/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, menggelar pertemuan penting di Kantor Wali Kota Tenayan Raya pada Rabu (17/9). Dalam rapat yang turut dihadiri pihak Pemerintah Provinsi Riau serta sejumlah instansi terkait, berbagai persoalan kota yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat menjadi pokok bahasan utama.

Sejak awal, suasana rapat terasa serius namun penuh semangat. Bukan sekadar membahas program pembangunan, tetapi juga menyatukan langkah antara pemerintah kota, provinsi, hingga nantinya bersama pemerintah pusat. Tujuannya jelas, agar Pekanbaru tumbuh sebagai kota yang lebih tertata, nyaman, dan layak bagi seluruh warganya.

Agung Nugroho menekankan pentingnya membangun jalur saluran air di beberapa titik rawan genangan. Dengan begitu, aliran air bisa lebih lancar saat musim hujan dan tidak lagi merendam rumah-rumah penduduk maupun jalan utama.

"Beberapa lokasi untuk segera dieksekusi, seperti di titik persimpang Pasar Pagi Arengka, simpang Jalan Paus, dan simpang Jalan Harapan Raya," ujar Agung.

Selain banjir, persoalan kemacetan juga tak luput dari perhatian. Jalan-jalan di Pekanbaru memang kerap dipadati kendaraan, terutama di titik-titik tertentu yang rawan macet sekaligus rawan kecelakaan. Salah satunya adalah kawasan Tugu Songket. Rencana pembukaan jalur persimpangan baru di Jalan Sudirman depan MTQ pun masuk dalam agenda pertemuan ini.

"Kehadiran jalur baru itu diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus memberi rasa aman bagi pengguna jalan," tambahnya.

Pelebaran ruas jalan juga menjadi topik besar dalam pertemuan ini. Jalan Soebrantas, yang hampir setiap hari dipenuhi arus kendaraan dari berbagai arah, direncanakan akan ditambah satu jalur lagi. Namun, prosesnya tentu tidak sederhana. "Pemerintah kota dan pemerintah provinsi akan berbagi kewenangan. Pemko Pekanbaru akan mengurusi ganti rugi lahan bagi warga, sementara pembangunan fisiknya akan ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Riau," kata Agung.

Pembagian tanggung jawab ini diharapkan mempercepat realisasinya, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

Tak hanya soal jalan dan banjir, keindahan kota pun ikut menjadi perhatian. Pemerintah berkomitmen membangun jalur pedestrian di sepanjang Jalan Arifin Ahmad. Ruang pejalan kaki yang rapi dan nyaman diharapkan bisa menambah daya tarik kota sekaligus mendorong budaya berjalan kaki yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

"Untuk mendukung itu, Pemko Pekanbaru akan menangani pembangunan drainase di sepanjang jalur tersebut," sebutnya.

Agung Nugroho menegaskan, rapat kali ini bukanlah akhir dari pembahasan. Masih ada rapat lanjutan yang akan melibatkan pemerintah pusat agar setiap rencana pembangunan bisa terlaksana dengan sinergi. Ia juga menampung berbagai masukan dari masyarakat yang sebelumnya sudah disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan nyata warga.

"Intinya kita ingin membagi kewenangan dengan jelas, sehingga kerja sama antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat bisa lebih efektif. Tujuan kita semua sama, yaitu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#pemprov riau #banjir pekanbaru #atasi macet #pemko pekanbaru