Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penelitian Ungkap Kandungan Mikroplastik dalam Makanan Laut

Herianto Baserah • Selasa, 30 September 2025 | 09:55 WIB
Prof Dr Ir Bintal Amin MSc
Prof Dr Ir Bintal Amin MSc

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -  yaitu sebagai Ketua Tim Prof Dr Ir Bintal Amin MSc dan beranggotakan Prof Nursyirwani, Dr Zulkifli, Irvina Nurrachmi MSc dan Ummi Mardhiah Batubara MSi mengungkap, temuan penting mengenai keberadaan mikroplastik dalam berbagai jenis makanan laut yang berasal dari wilayah pesisir timur Provinsi Riau.

Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel dari beberapa perairan pantai di Provinsi Riau. Di antaranya Tembilahan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai dan Bagansiapiapi. Daerah tersebut dikenal sebagai sentra penghasil perikanan laut. Hasil penelitian yang didanai dengan DIPA Unri tahun 2025, sudah dipresentasikan dalam kegiatan seminar tingkat internasional dan juga dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional.

Dalam proses penelitian ini juga dibantu oleh beberapa mahasiswa Ilmu Kelautan. Di antaranya Fazhyra Amelya Hanum, Jemmi Legawe, Rahmat Rinaldi dan Irene Dwi Rani yang juga akan melakukan penelitian tugas akhirnya dalam bidang pencemaran mikroplastik.

Ketua Tim Prof Bintal Amin MSc mengatakan, para peneliti mengambil sampel berbagai spesies laut yang biasa dikonsumsi masyarakat, seperti ikan, udang, kerang dan siput. Hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel dari keempat lokasi tersebut mengandung mikroplastik dengan konsentrasi yang cukup bervariasi, baik dalam sampel yang berukuran kecil maupun yang berukuran lebih besar. Temuan ini memberikan gambaran yang jelas bahwa pencemaran mikroplastik di perairan pantai Riau sudah cukup meluas. Meski demikian, Prof Bintal Amin menegaskan, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan.

”Sampel yang kami teliti diambil dari bagian saluran pencernaan organisme laut tersebut. Dalam praktiknya, bagian ini biasanya tidak dikonsumsi, terutama untuk ikan dan udang. Namun, pada kerang yang dikonsumsi secara utuh, tentu perlu perhatian lebih,” jelasnya, Senin (29/9).

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi lingkungan laut yang semakin terancam akibat pencemaran plastik. Mikroplastik yang ditemukan diduga kuat berasal dari aktivitas manusia di darat maupun di laut, seperti sampah rumah tangga, limbah industri, serta sisa-sisa alat tangkap nelayan.

”Temuan ini menjadi peringatan dini bagi kita semua, bahwa laut kita sudah tidak lagi bersih dari kontaminasi plastik. Diperlukan tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat, terutama pemerintah daerah, untuk memperbaiki pengelolaan dan penanganan sampah plastik, baik melalui edukasi, regulasi, maupun penegakan hukum,” tegas Prof Bintal Amin.

Jika tidak ditangani dengan serius, paparan jangka panjang terhadap mikroplastik dapat berdampak pada kesehatan, termasuk gangguan hormonal, peradangan, dan potensi risiko penyakit kronis. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan plastik, serta lebih peduli terhadap kelestarian laut sebagai sumber pangan dan kehidupan.(nto/c)

Editor : Arif Oktafian
#penelitian ilmiah #makanan #pekan #Unri