PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho SE MM terus menggulirkan terobosan di bidang pendidikan. Ditegaskannya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan memberikan beasiswa penuh bagi 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar sarjana (S1).
“Tahun ini kami akan menguliahkan 100 guru PAUD untuk menjadi sarjana S1. Mereka diberikan beasiswa penuh selama dua tahun. Jadi ini program khusus dari Pemerintah Kota Pekanbaru," kata dia saat membuka Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tuah Madani, di Masjid Paripurna Darul Aman, Jalan Marsan Sejahtera, Pekanbaru, Kamis (2/10) kemarin.
Wako Agung yang didampingi Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar menjelaskan, program tersebut menjadi tonggak penting untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD di Pekanbaru.
Dengan guru yang berkualifikasi sarjana, mutu pendidikan anak usia dini diharapkan semakin meningkat. "Sehingga nanti tidak ada lagi guru PAUD yang hanya tamatan SMA, tapi semuanya lulusan S1. Meski biasanya kuliah ditempuh empat tahun, kita buat program khusus hanya dua tahun sudah bisa S1. Semoga ini bermanfaat,” imbuh Wako Agung.
Namun tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan banyak beasiswa untuk masyarakat luas. Beasiswa ini mencakup anak-anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, tahfiz dan hafiz Alquran, hingga pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.
“Banyak sekali laporan yang masuk kepada kami. Ada anak-anak yang lulus kuliah di Madinah atau Mesir, tapi tidak punya biaya untuk tiket dan kursus bahasa Arab. Karena itu Pemko Pekanbaru membuat program khusus untuk membiayai keberangkatan mereka, termasuk biaya persiapan bahasa,” jelas Agung.
Yang lebih istimewa, beasiswa juga disiapkan untuk penyandang disabilitas. Agung menyebut, dalam waktu dekat Pemko akan meluncurkan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas.
“Selama ini ada jarak perbedaan dengan yang normal. Perda ini hadir agar anak-anak kita penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pembiayaan dari Pemko,” tegasnya.
Selain beasiswa, Pemko Pekanbaru juga mengembalikan ribuan anak putus sekolah. Agung memaparkan, hingga kini sudah 1.778 anak berhasil disekolahkan kembali.
“Awalnya laporan hanya sekitar 300 orang. Namun setelah kami minta bantuan kader posyandu mendata, ternyata ada 1.778 anak. Kami terus mencari anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali belajar,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga memperkuat sektor kesehatan melalui program zero stunting dan zero gizi buruk. Program ini dijalankan bersama Ketua TP PKK Pekanbaru, Sulastri, dan Ketua I TP PKK, Sari Rahmawati melalui Posyandu.
“Total yang kami dapat 3.000 anak. Setiap harinya selama tiga bulan, Pemko memberikan asupan makanan dan vitamin sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang gizi buruk atau stunting,” jelas Agung.
Laporan: M Ali Nurman (Pekanbaru)