Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemko Pekanbaru Akan Kuliahkan 100 Guru PAUD Jadi Sarjana

M Ali Nurman • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:13 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Tuah Madani 2025 di Masjid Paripurna Darul Aman, Jalan Marsan Sejahtera, Pekanbaru, Kamis (2/10/2025). Wako juga memaparkan berbaga
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Tuah Madani 2025 di Masjid Paripurna Darul Aman, Jalan Marsan Sejahtera, Pekanbaru, Kamis (2/10/2025). Wako juga memaparkan berbaga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho SE MM terus menggulirkan terobosan di bidang pendidikan. Ditegaskannya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan memberikan beasiswa penuh bagi 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar sarjana (S1).

“Tahun ini kami akan menguliahkan 100 guru PAUD untuk menjadi sarjana S1. Mereka diberikan beasiswa penuh selama dua tahun. Jadi ini program khusus dari Pemerintah Kota Pekanbaru,” kata dia saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tuah Madani, di Masjid Paripurna Darul Aman, Jalan Marsan Sejahtera, Pekanbaru, Kamis (2/10).

Wako Agung yang didampingi Wakil Wali kota Pekanbaru Markarius Anwar menjelaskan, program tersebut menjadi tonggak penting untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD di Pekanbaru. Dengan guru yang berkualifikasi sarjana, mutu pendidikan anak usia dini diharapkan semakin meningkat.

“Sehingga nanti tidak ada lagi guru PAUD yang hanya tamatan SMA, tapi semuanya lulusan S1. Meski biasanya kuliah ditempuh empat tahun, kita buat program khusus hanya dua tahun sudah bisa S1. Semoga ini bermanfaat,” ujar Agung.

Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan banyak beasiswa untuk masyarakat luas. Beasiswa ini mencakup anak-anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, tahfiz dan hafiz Al-Qur’an, hingga pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.

“Banyak sekali laporan yang masuk kepada kami. Ada anak-anak yang lulus kuliah di Madinah atau Mesir, tapi tidak punya biaya untuk tiket dan kursus bahasa Arab. Karena itu Pemko Pekanbaru membuat program khusus untuk membiayai keberangkatan mereka, termasuk biaya persiapan bahasa,” jelas Agung.

Yang lebih istimewa, beasiswa juga disiapkan untuk penyandang disabilitas. Agung menyebutkan, dalam waktu dekat pemko akan meluncurkan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas. “Selama ini ada jarak perbedaan dengan yang normal. Perda ini hadir agar anak-anak kita penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pembiayaan dari pemko,” tegasnya.

Selain beasiswa, Pemko Pekanbaru juga mengembalikan ribuan anak putus sekolah. Agung memaparkan, hingga kini sudah 1.778 anak berhasil disekolahkan kembali. “Awalnya laporan hanya sekitar 300 orang. Namun setelah kami minta bantuan kader posyandu mendata, ternyata ada 1.778 anak. Kami terus mencari anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali belajar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga memperkuat sektor kesehatan melalui Program Zero Stunting dan Zero Gizi Buruk. Program ini dijalankan bersama Ketua TP PKK Pekanbaru, Sulastri, dan Ketua I TP PKK, Sari Rahmawati melalui Posyandu. “Total yang kami dapat 3.000 anak. Setiap harinya selama tiga bulan, Pemko memberikan asupan makanan dan vitamin sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang gizi buruk atau stunting,” jelas Agung.

Sebelumnya diberitakan, Wako Agung memastikan bahwa Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan program beasiswa dengan alokasi anggaran hingga Rp10 miliar. Program ini akan menyasar ribuan pelajar dan mahasiswa, baik di sekolah negeri maupun swasta, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

“Ada berbagai macam beasiswa yang kita siapkan. Beberapa miliar di antaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, kemudian ditambah lagi untuk anak-anak tahfiz Al-Qur’an, mulai dari hafalan 10 juz sampai 30 juz. Kita ingin mereka semua mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Agung.

Ia menambahkan, beasiswa ini tidak hanya membantu pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemko terhadap kesetaraan. “Kita berharap anak-anak yang mendapatkan beasiswa ini dapat belajar sungguh-sungguh, menjadi orang-orang pintar, dan kelak kembali memberikan kontribusi nyata bagi Pekanbaru. Mereka adalah aset kita untuk membawa Pekanbaru ke arah yang lebih baik,” katanya.

Penyaluran beasiswa ini akan dimulai tahun ini, menyesuaikan dengan pengesahan APBD perubahan. “Sekarang masih tahap pengesahan APBD perubahan karena saya baru masuknya di APBD perubahan. Jadi penganggarannya kita lakukan di sana,” ungkap Agung.

Sementara itu, Perda Disabilitas yang sedang difinalisasi dipastikan akan segera menjadi payung hukum untuk menjamin kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Aturan ini akan mengatur hak-hak mereka di bidang pendidikan, kesempatan kerja, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Iya benar, Perda bagi Penyandang Disabilitas di Kota Pekanbaru akan segera kami sahkan. Saat ini sudah masuk tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM,” sebut Agung.

Dengan berbagai program mulai dari beasiswa Rp10 miliar, kuliah gratis 100 guru PAUD, pengembalian anak putus sekolah, Program Zero Stunting, hingga Perda Disabilitas, Pemko Pekanbaru menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan.(ali)

Editor : Bayu Saputra
#walikota Pekanbaru #pekanbaru #guru paud