Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Pekanbaru Ikuti Baksos Intervensi Nyeri Gratis Konas Perdatin

Prapti Dwi Lestari • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:17 WIB
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut, didampingi Direktur RS Madani Ir Adi Darma dan Ketua Panitia Baksos dr Tengku Arfi Sulaiman Sp An TI melihat masyarakat menikmati
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut, didampingi Direktur RS Madani Ir Adi Darma dan Ketua Panitia Baksos dr Tengku Arfi Sulaiman Sp An TI melihat masyarakat menikmati

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 150 warga Kota Pekanbaru mendatangi RS Madani, Jalan Garuda Sakti Kecamatan Bina Widya untuk menikmati pemeriksaan kesehatan gratis intervensi nyeri yang dilaksanakan untuk memperingati Kongres Nasional Perhimpunan Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Konas Perdatin) ke-14.

Kegiatan yang dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut bersama Ketua Panitia dr Tengku Arfi Sulaiman Sp An TI dan Kepala Dinas Kesehatan Hazli Fendriyanto, serta Direktur RSD Madani adalah Ir Adi Darma, Sabtu (11/10/2025), langsung mengecek layanan kesehatan nyeri gratis yang langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di RS Madani Pekanbaru.

Menurut Ketua Panitia Baksos Perdatin dr Tengku Arfi Sulaiman Sp An TI, kegiatan Bakti Sosial Intervensi Nyeri sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional para dokter spesialis anestesiologi yang ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat berupa layanan pengobatan nyeri secara gratis, kepada 150 pasien di RS Madani Pekanbaru.

Terdapat berbagai jenis keluhan yang akan ditangani meliputi nyeri leher, bahu, tangan, tulang belakang, dada, pinggang, lutut, hingga berbagai bentuk nyeri kronis lainnya. Tim dokter ahli anestesi dari berbagai daerah di Indonesia akan langsung menangani peserta dengan pendekatan profesional dan dukungan peralatan medis modern.

Kegiatan baksos pengobatan nyeri gratis ini dilaksanakan diberbagai rumah sakit negeri dan swasta di Pekanbaru yang ditargetkan dapat melayani 750 pasien yang diharapkan masuk dalam Rekor Muri Indonesia yang didapatkan oleh Perdatin.

"Baksos ini kami targetkan dapat melayani 750 pasien di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Kami melaksanakannya hari ini di dua lokasi yaitu RS Madani Pekanbaru dan RS Petala bumi dengan masing-masing 150 pasien. Tujuan kami ingin membantu mengurangi dan mengendalikan nyeri yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat. Dengan intervensi yang tepat, kualitas hidup pasien bisa meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Madani Pekanbaru Ir Adi Darma mengucapkan terimakasih atas terpilihnya RS Madani Pekanbaru yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan baksos Konas Perdatin ke-14.

Apalagi Rumah Sakit Madani ini mampu menangani nyeri karena memang RS Pemerintah Kota Pekanbaru ini memiliki layanan kesehatan yang saat ini terus dilakukan pembenahan. Tujuannya agar bisa lebih maksimal melayani masyarakat Kota Pekanbaru kedepannya.

"Saya berharap dengan adanya baksos Konas Perdatin ke-14 ini masyarakat sudah tahu dengan Rumah Sakit Madani bisa mengatasi intervensi nyeri. Jadi kalau ada keluhan nyeri yang kronis seperti itu enggak perlu takut, silahkan datang ke RS Madani Pekanbaru menggunakan rujukan dari FKTP," ucapnya.

Di sisi lain, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut, mengucapkan terimakasih atas kegiatan baksos dalam rangka Kongres Nasional Perhimpunan Anestesilogi dan Terapi Intensif Indonesia (Kornas Perdatin) ke-14 tahun 2025 yang memberikan pelayanan kesehatan mengatasi nyeri bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bukan hanya manfaat kesehatan yang didapatkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru, tetapi juga edukasi yang lebih intensif tentang bahaya nyeri dan cara penanganannya, karena nyeri akut bisa dirasakan oleh siapa saja," tegasnya.

 

Editor : Rinaldi
#rsd madani #nyeri sendi #bakti sosial