PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses pengungkapan sengkarut dugaan mafia tanah di Kota Pekanbaru mendorong Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru mendatangi Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jakarta, Kamis (9/10/2025) lalu.
Hal ini dilakukan para wakil rakyat ini setelah mendapati banyak permasalahan pertanahan di Kota Pekanbaru. Terutama setelah para politisi ini mengklaim BPN Pekanbaru tidak mampu memecahkan sengkarut yang ada.
Pada kesempatan itu pula, Komisi IV DPRD Pekanbaru secara resmi melaporkan oknum BPN Pekanbaru beserta sindikatnya, ke Kementerian ATR/BPN. Laporan itu, khususnya terkait masalah tanah seluas 6 hektare di Jalan Sudirman Pekanbaru, yang sampai kini status riilnya tidak jelas. Padahal sudah beberapa kali dipanggil hearing Komisi IV DPRD, bersama OPD terkait Pemko Pekanbaru.
Rombongan ini dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois, didampingi Sekretaris Roni Amriel serta anggota Komisi IV lainnya Zulfan Hafiz, Roni Pasla, Pangkat Purba, Faisal Islami, Zulfahmi, Hamdani. Mereka turut hadir bersama dua perwakilan ahli waris tanah, Rusdi dan Arman.
Komisi IV DPRD Pekanbaru pada kesempatan itu disambut Sekjen Kementerian ATR/BPN Komjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi, serta Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo Prijono, beserta staf di Lt 5 Kebayoran Lama, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut Komisi IV menyampaikan beberapa catatan penting, mengenai tanah yang rencananya akan dibangun swalayan terbesar di Indonesia itu.
''Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik Kementerian ATR BPN. Pak Sekjen dan Dirjen yang menerima kami antusias, dan berjanji bongkar sindikat mafia tanah di BPN Pekanbaru serta kroninya,'' sebur Roni Amriel, Sabtu (11/10/2025).
Dalam laporannya, Komisi IV menyampaikan bahwa ada masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan yang diambil oleh BPN Kota Pekanbaru, dengan terbitnya SHM yang lebih muda di atas tanah SHM No 682.
Selain itu, Komisi IV DPRD juga melaporkan semua upaya yang sudah dilakukan, untuk menyelesaikan permasalahan dimaksud, dengan mengundang Kakan BPN Pekanbaru, mulai dari Kakan BPN Pekanbaru Doni hingga Muji Burohman, beserta para kepala seksi terkait.
"Pak Sekjen sempat geleng-geleng kepala ulah bawahannya. Karena kami lebih 7 kali memanggil rapat yang disepakati untuk dilakukan floting. Namun diingkari oleh Kakan BPN Muji Burohman," terang Roni.
Komisi IV, menurut Roni, langsung melaporkan juga Kakan BPN Pekanbaru Muji Burohman ke Kementerian ATR BPN, karena tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan, maupun memberikan solusi terbaik.
Baca Juga: Atlas Gym & Fitness Centre Hadirkan Layanan Terlengkap di Pekanbaru
Kepada Sekjen dan Dirjen, Komisi IV menyampaikan, ada kekuatan besar yang menekan Kakan BPN Pekanbaru Muji Burohman, untuk tidak bersikap. Karena itu, pihaknya meminta Sekjen dan Dirjen turun tangan menyelesaikan, dan menyikat habis mafia tanah yang berkeliaran di Kota Pekanbaru.
''Kami sangat yakin, apalagi Pak Sekjen merupakan Jenderal Polisi bintang tiga, yang punya naluri tajam memandang kasus ini secara ril. Jadi, kami minta sangat perlu Kementerian turun gunung, untuk menggulung sindikat mafia ini," sebutnya berharap.
Komjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi merespons positif laporan masyarakat, yang dimediasi Komisi IV DPRD Pekanbaru ini. Ia mengapresiasi langkah Komisi IV DPRD Pekanbaru, yang mengedepankan penyelesaian kasus seperti ini, dengan cara nolitigasi.
''Pastinya, kami segera panggil Kanwil BPN Riau dan Kakan BPN Pekanbaru, untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Termasuk juga, kami akan turun ke lapangan dalam waktu dekat, karena kami juga bagian dari Satgas Mafia Tanah Pusat,'' Pudji Prasetijanto berjanji.
Hal yang sama juga disampaikan Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR BPN, Iljas Tedjo Prijono. Bahkan ia mengaku telah memonitor kasus ini karena sempat viral di media massa dan Medsos.
''Kami apresiasi tinggi kepada Komisi IV DPRD Pekanbaru, karena melakukan pendekatan humanis dalam penanganan kasus ini,'' ucapnya.(end)
Editor : Edwar Yaman