PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Hujan lebat yang terjadi Ahad (12/10/2025) sore menyebabkan banjir di sebagian besar Kota Pekanbaru. Macet pun tak terelakkan.
Di mana-mana terjadi macet panjang. Dari kawasan MTQ (Jalan Sudirman) ke Jalan Marsan Sejahtera (daeah Panam) ditempuh dengan waktu lebih kurang dua jam.
"Macetnya luar biasa. Saya nggak mau ambil resiko. Usai mengantar keluarga dari bandara langsung dihantam hujan lebat. Jadinya ngak berana lewat Arifin Ahmad. Dipastikan daerah itu banjir," kata warga Panam, Jul Prianto.
Dia pun mencari jalan alternatif untuk pulang ke rumahnya. "Jadinya lurus terus lewat Sudirman," ceritanya. Namun demikian, mulai depan Koki Sunda, jalan sudah macet parah. Pengendara berusaha mencari jalan alternatif.
Sekitar setegah jam terlibat macet, Jul pun ketemu jalan keluar. Dia berbelok di jalan samping Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan keluar di Jalan Kereta Api.
Awalnya aman, cerita Jul. Berjalan sebentar, kendaraan di depannya mulai banyak yang berhenti. Tak lama, banyak kendaraan yang putar arah. Lagi-lagi banjir penyebabnya. "Mobil saya kecil dan rendah. Jadi tak berani menempuh banjir," ujar pria 40 tahun itu.
Jul pun mengaku tak berani lagi berjalan. Dia memilih berhenti dan mencari dataran tinggi di Jalan Kereta Api. Kisaran setengah jam berhenti, hujan pun mulai mereda.
Dia kembali menstarter mobilnya. "Saya lihat mobil Brio dan Ayla sudah berani lewat. Makanya saya beranikan diri. Walaupun genangan air masih tinggi, saya beranikan saja. Untung bisa lewat," ceritanya.
Bebas dari banjir di Jalan Kereta Api, di Jalan Belimbing kena lagi. Persis di depan Jalan Saus, ada lagi antrean. Air dekat jembatan di sana tinggi. Roda dua dan empat ragu-ragu untuk lewat. Ada kendaraan roda dua yang nekat, terpaksa harus mendorong karena motornya mati di tengah genangan air.
Tak lama menunggu, air mulai sedikit surut. Satu-satu ada yang berani lewat. "Saya beranikan saya. Untung bisa lewat dan kendaraan tak apa-apa," sebutnya.
Masuk Jalan Paus, Jul pun harus belok kanan. Dia memastikan, kalau belok kiri banjir. Masuk Jalan Tuanku Tambusai, macet tak terelakkan lagi. Di sini sepanjang jalan macet. "Harus sabar pokoknya," ujarnya.
Puncak kemacetan adalah simpang Tambusai-Soekarno Hatta. "Dapat masuk Soekarno-Hatta, saya belok kiri. Macetnya sampai Eka Hosital. Habis tu aman. Jadi nikmati saja macet ini.
Herannya, masuk wilayah Panam (Jalan Soebrantas) sedikit aman. Daerah yang dikenal dengan jalur padat lalu lintas ini, ternyata aman-aman saja. Bahkan tidak terjadi kemacetan. "Hujannya tidak terlalu lebat," ujar Purba, warga Marsan Sejahtera.
Waktu tempuh MTQ-Marsan di kisaran dua jam. Di tempat lain di Kota Pekanbaru, dipastikan Jul juga banyak yang banjir. "Pastinya banyak cerita tentang banjir ini," bebernya.
Jul berharap Pemerintah Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru dapat mengatasi masalah banjir ini. "Tolong Pak Gubri dan Pak Wako sama-sama carikan jalan keluar, bagaimana supaya Pekanbaru bebas banjir," harapnya.
Editor : Rinaldi