PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota Pekanbaru (Pemko) memberikan bantuan pangan melalui Dinas Ketahanan Pangan di Kantor Ketahanan Pangan, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Senin (13/10/2025).
Dihadiri Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho di dampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar, bantuan diberikan kepada pekerja PUPR, DLHK dan Perkim Kota Pekanbaru. Sebelum menerima bantuan, para pekerja diwajibkan melakukan registrasi. Melalui program ini, sebanyak lebih dari 2.200 petugas menerima bantuan sembako berupa beras lima kilogram.
Setelah melakukan registrasi, para pekerja mengantre untuk menerima bantuan berupa beras yang disediakan tepat di depan pintu masuk Kantor Dinas Ketahanan Pangan.
Wako Agung Nugroho dalam sambutannya mengimbau para pekerja untuk senantiasa bersyukur dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Agung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk berbagi rezeki dan meringankan beban para petugas.
"Ini bentuk upaya perhatian pemerintah kepada mereka dan juga ucapan terima kasih atas dedikasi dalam menjaga kebersihan kota," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi kebersihan Kota Pekanbaru kini telah jauh membaik. "Dulunya kita pernah dikatakan darurat sampah, tapi hari ini persoalan sampah sudah teratasi sekitar 80 persen," tambahnya.
Lebih lanjut, Wako menyampaikan bahwa pemerintah berencana mengalokasikan tunjangan hari raya (THR) bagi petugas kebersihan yang selama ini belum pernah mendapatkannya sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Ia turut mengingatkan para pekerja beragama Islam agar tidak melalaikan kewajiban beribadah selama jam kerja.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, menyampaikan bahwa Pemko bekerja sama dengan Baznas Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan rice box kepada 2.200 petugas kebersihan yang berasal dari tiga dinas, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pekanbaru Peduli sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kerawanan pangan. "Ini merupakan bagian dari Pemko Pekanbaru hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama untuk membantu para petugas kebersihan ketika terjadi kerawanan pangan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan program serupa akan terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Salah seorang pekerja kebersihan dari Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Ita (48), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui program Pekanbaru Peduli. Namun, ia berharap pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para petugas kebersihan dengan menaikkan gaji mereka. "Senang sekali rasanya dapat bantuan dari Pemko, tapi kami berharap gaji kami bisa dinaikkan. Sudah 15 tahun gaji kami belum pernah naik, masih Rp67 ribu per hari," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa biaya hidup yang semakin tinggi membuat para pekerja kebersihan berharap ada peningkatan penghasilan. "Sekarang semua serba mahal, jadi kalau bisa gaji kami yang dinaikkan. THR kan cuma setahun sekali, kalau gaji setiap bulan kami bisa lebih tenang," tambahnya. Meski begitu, Ita tetap mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap para petugas kebersihan. "Alhamdulillah, Pak Wali Kota sekarang mengerti dengan kondisi kami," tutupnya.
Editor : Rinaldi